Hari Santri Nasional 2026, Wabup Mukomuko Dorong Santri Melek Teknologi

oleh -75 Dilihat
oleh
Wakil Bupati Mukomuko, Rahmadi AB, bertindak sebagai inspektur upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Nurul Fatih, sekaligus mengajak santri menguasai teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.-Foto : Robi/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Wakil Bupati Mukomuko, Rahmadi AB, mengajak pondok pesantren di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, untuk meningkatkan pemahaman santri terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi bekal penting bagi santri agar mampu bersaing dan berperan aktif dalam pembangunan di era digital.

Pesan tersebut disampaikan Rahmadi ketika menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Mukomuko, Kamis (22/10/2026). Upacara digelar di Pondok Pesantren Nurul Fatih, Dusun Wonosalam, Desa Sumber Makmur, Kecamatan Lubuk Pinang.

Rahmadi menilai, pendidikan pesantren telah memberikan landasan moral, spiritual, dan keagamaan yang kuat bagi para santri. Namun, nilai-nilai tersebut perlu berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi agar santri siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.“Para santri harus tahu dan paham teknologi,” tegas Rahmadi.

Ia menuturkan, santri memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus bangsa yang turut dipersiapkan untuk mewujudkan Indonesia Emas. Oleh sebab itu, para santri perlu memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan, serta mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan nilai-nilai agama.

Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi secara tepat akan membuka peluang bagi santri untuk berkontribusi lebih luas, baik di bidang pendidikan, sosial, ekonomi maupun sektor pembangunan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmadi juga mengingatkan bahwa peringatan Hari Santri Nasional tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Peringatan ini harus menjadi momentum untuk mengenang sekaligus meneladani perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ia menyebut, sejarah Hari Santri tidak terlepas dari Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Seruan tersebut menjadi salah satu tonggak penting yang membangkitkan semangat kaum santri dan ulama dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Semangat pengorbanan dan perjuangan tersebut, lanjut Rahmadi, perlu diterapkan sesuai dengan tantangan zaman saat ini. Jika dahulu para santri turut berjuang melawan penjajah, kini generasi santri diharapkan mampu mengisi kemerdekaan melalui karya, ilmu pengetahuan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Generasi sekarang memang tidak lagi berperang mengusir penjajah. Namun, bagaimana santri mampu mengisi ruang-ruang pembangunan bangsa di berbagai bidang dan profesi,” ujarnya.

Rahmadi kembali menegaskan bahwa pesantren perlu terus mendorong tumbuhnya ketertarikan santri terhadap teknologi. Dengan demikian, santri tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Teknologi harus kita tahu. Sebab itulah, santri-santri di daerah ini harus kita dorong agar memahami dan memiliki minat terhadap dunia teknologi,” ungkapnya.

Upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Mukomuko berlangsung aman dan lancar. Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat kebangsaan serta mendorong lahirnya generasi santri yang berakhlak mulia, berpengetahuan luas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.