Harga Emas Antam Naik Rp 15.000, Investor Wajib Pahami Selisih Buyback Hari Ini

oleh -60 Dilihat
oleh
Harga emas batangan Antam naik Rp15.000 menjadi Rp2.638.000 per gram pada Sabtu. Para investor emas batangan kini wajib cermati selisih harga beli dan buyback sebelum memutuskan untuk berinvestasi jangka panjang.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Harga emas batangan bersertifikat produksi PT Aneka Tambang Tbk yang dipasarkan melalui gerai Logam Mulia mencatatkan tren positif pada akhir pekan. Pada perdagangan Sabtu, 19 September 2026, harga emas Antam mengalami kenaikan sebesar Rp 15.000 per gram dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya.

Berdasarkan pemantauan pasar, harga emas Antam kini bertengger di posisi Rp 2.638.000 per gram. Angka ini naik dari posisi pembukaan sebelumnya yang berada di kisaran harga Rp 2.623.000 per gram. Sejalan dengan harga beli, tarif buyback atau harga beli kembali yang ditetapkan oleh Logam Mulia juga mengalami penyesuaian naik sebesar Rp 15.000 per gram. Harga buyback saat ini tercatat di level Rp 2.473.000 per gram, meningkat dari posisi awal di angka Rp 2.458.000 per gram.

Dengan adanya pergerakan harga tersebut, selisih antara harga jual dan harga beli kembali atau yang lazim disebut sebagai spread kini tercatat mencapai Rp 165.000 per gram. Masyarakat luas perlu memahami bahwa Antam memberlakukan dua skema harga yang berbeda. Harga utama berlaku bagi konsumen yang membeli emas langsung dari gerai resmi. Sementara itu, harga buyback adalah tarif yang diterapkan ketika investor menjual kembali emas miliknya kepada pihak gerai Logam Mulia.

Ilustrasi sederhananya, jika Anda membeli emas pada pagi hari seharga Rp 2.638.000 per gram, lalu terpaksa menjualnya kembali pada sore hari karena desakan kebutuhan dana tunai secara mendadak, maka emas tersebut hanya akan dihargai Rp 2.473.000 per gram. Kondisi ini menegaskan pentingnya pemahaman mendalam mengenai mekanisme spread bagi siapa pun yang bercita-cita menjadi investor emas sejati. Kesalahan kalkulasi sederhana dapat berujung pada kerugian finansial yang sangat tidak terduga.

Di tengah fluktuasi ekonomi global yang masih menyisakan ketidakpastian, emas tetap menjadi safe haven favorit. Para analis pasar menyarankan agar masyarakat tidak terburu-buru melakukan aksi beli saat harga sedang berada di pucuk tertinggi. Sebaliknya, terapkan strategi dollar cost averaging dengan mencicil pembelian secara rutin setiap bulannya. Pendekatan ini terbukti efektif untuk menekan rata-rata harga pokok pembelian sehingga risiko kerugian akibat volatilitas pasar jangka pendek dapat diminimalisir secara signifikan.

Mengingat ketebalan selisih harga tersebut, instrumen emas batangan sejatinya lebih direkomendasikan sebagai instrumen investasi jangka panjang. Tujuannya adalah agar apresiasi harga emas di masa depan mampu menutupi biaya spread sekaligus menghasilkan margin keuntungan yang optimal.

Data historis membuktikan bahwa kesabaran adalah kunci kesuksesan investasi ini. Misalnya, investor yang membeli pada 19 September 2025 di harga Rp 2.090.000 per gram, kini meraup keuntungan fantastis sebesar 18,33 persen. Bahkan, pembelian pada 19 Desember 2024 di harga Rp 1.505.000 per gram memberikan imbal hasil luar biasa hingga 64,32 persen. Sebaliknya, pembelian jangka pendek seperti pada 12 September 2026 justru mencatatkan kerugian minus 5,03 persen hari ini.

Oleh karena itu, sangat bijak dalam menentukan horizon waktu investasi menjadi penentu utama keberhasilan portofolio aset mulia milik Anda. Selain itu, pastikan Anda selalu menyimpan sertifikat dan fisik emas dengan sangat baik agar kondisi barang tetap prima saat hendak dijual kembali. Perawatan yang sangat tepat dan rutin akan menghindarkan Anda dari potongan harga tambahan akibat kerusakan fisik barang.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.