KLIKINFOBERITA.COM,- Big match pekan kelima Serie A musim ini menyuguhkan drama spektakuler di Stadio Olimpico. Inter Milan harus membayar mahal kesalahan fatal di lini belakang saat bertandang ke markas AS Roma pada Sabtu malam. Sempat tertinggal dua gol tanpa balas, pasukan Gian Piero Gasperini berhasil bangkit pada babak kedua berkat aksi brilian kapten Lautaro Martinez. Pertandingan puncak klasemen ini akhirnya berakhir imbang, membuat kedua tim masih berjaya di puncak tabel sementara liga.
Memasuki lapangan, Roma langsung menekan habis. Tempo tinggi yang diterapkan tuan rumah membuat Inter kesulitan mengembangkan permainan. Kelelahan pertahanan Nerazzurri berbuah petaka pada menit keenam. Berawal dari skema sisi kiri, Manu Kone lolos dari pengawalan ketat dan menaklukkan Josep Martinez dengan penyelesaian dingin.
Inter yang masih terkejut kembali kebobolan pada menit ke 36. Umpan silang Dybala dimanfaatkan Kone untuk mencetak gol kedua sekaligus braces. Sempat dianulir karena ofsaid, wasit akhirnya mengesahkan gol tersebut setelah tinjauan VAR yang cukup alot dan memicu perdebatan.
Tertinggal dua gol di babak pertama memaksa Gasperini melakukan penyesuaian taktik secara cepat. Inter keluar dari ruang ganti dengan wajah yang sama sekali berbeda.
Thuram menjadi motor serangan yang merepotkan barisan belakang Roma. Pada menit ke 47, kerja sama apik antara Lautaro dan Thuram membuahkan hasil. Umpan datar Thuram diselesaikan oleh kapten Inter dengan tembakan menyilang yang tak mampu dijangkau Mile Svilar. Skor berubah menjadi dua satu dan momentum perlahan berpihak pada tim tamu.
Perlawanan Roma mulai redup akibat kelelahan fisik yang signifikan. Inter semakin agresif dan terus melancarkan gelombang serangan berbahaya. Svilar serta Martinez tampil sebagai pahlawan dengan serangkaian penyelamatan kelas dunia. Momen krusial terjadi pada menit ke 78 ketika sundulan Thuram diselamatkan Svilar di garis gawang, diikuti sontekan Lautaro yang menghantam mistar.
Namun pada menit ke 80, keberuntungan akhirnya berpihak pada Inter. Kesalahan fatal Bisseck justru menguntungkan Lautaro yang dengan sigap menaklukkan Svilar untuk menyamakan kedudukan menjadi dua sama.
Laga berakhir dengan tensi tinggi dan penuh emosi. Beberapa pemain seperti Hermoso dan Balerdi harus ditarik keluar karena cedera. Hasil imbang ini membuat Inter dan Roma tetap kokoh di puncak klasemen Serie A, meski posisi mereka kini mulai diintai oleh Lazio.
Liga Italia musim ini dipastikan belum memiliki penguasa tunggal, menyisakan persaingan yang semakin panas dan melelahkan di pekan selanjutnya.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Roma di babak pertama, namun Inter membuktikan mentalitas juara mereka di paruh kedua. Chivu sebagai pelatih Roma mencoba mempertahankan keunggulan dengan formasi bertahan, namun kelelahan membuat skema tersebut runtuh. Di sisi lain, Martinez juga menunjukkan refleks luar biasa pada menit ke 67 saat menepis tembakan kilat Malen menggunakan wajahnya.
Penyelamatan ini menjaga harapan Inter tetap hidup. Sementara itu, upaya Thuram pada menit ke 88 yang nyaris mencetak gol kemenangan melalui serangan balik cepat menjadi penutup yang menegangkan sebelum peluit panjang dibunyikan.
Sorak sorai penggemar tuan rumah perlahan berubah menjadi keheningan saat peluit akhir ditiup. Keduanya saling berbagi poin dalam duel yang menguras energi ini. Situasi ini membuka peluang bagi tim lain untuk mendekat, namun secara psikologis, kemampuan Inter membalikkan keadaan dari ketertinggalan menunjukkan kedalaman skuad yang mumpuni.
Roma pun patut berbangga karena mampu memaksa tim unggulan bermain dengan cara mereka selama empat puluh lima menit pertama yang sangat melelahkan. Kedua manajer pasti akan mempelajari rekaman pertandingan ini untuk mengevaluasi performa anak asuh mereka demi laga berikutnya yang sangat penting. Pekan kelima ini sungguh menegaskan bahwa balapan scudetto musim ini akan berlangsung sangat ketat hingga hari terakhir kompetisi liga di Italia.







