Hadapi Ancaman Bencana 2026, Helmi Hasan Bidik Penguatan Logistik dan Armada Rescue ke BNPB

oleh -51 Dilihat
oleh
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama seluruh kepala daerah se-Provinsi Bengkulu bertemu Kepala BNPB RI, membahas penguatan logistik, armada penyelamatan, teknologi, dan mitigasi menghadapi ancaman bencana tahun 2026.-Foto:s.man/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Pemerintah Provinsi Bengkulu bergerak memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana sepanjang 2026. Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Bengkulu membawa sejumlah usulan strategis kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, mulai dari penguatan logistik, penambahan armada penyelamatan hingga modernisasi teknologi kebencanaan.

Usulan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Kepala BNPB RI Letjen TNI Kristomei Sianturi di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (6/11/2026).

Dalam pertemuan itu, Helmi Hasan menegaskan bahwa penanggulangan bencana harus diperkuat sejak tahap pencegahan. Pemerintah tidak boleh hanya bergerak setelah bencana terjadi, tetapi harus memiliki kesiapan logistik, personel, peralatan, dan sistem koordinasi yang memadai.

“Kita ingin penanggulangan bencana di Provinsi Bengkulu dilakukan secara menyeluruh. Bukan hanya fokus pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi juga memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan sejak dini,” tegas Helmi.

Salah satu perhatian utama Pemprov Bengkulu adalah ketersediaan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Melalui BPBD, pemerintah mengusulkan bantuan makanan siap saji, selimut, pakaian, seragam sekolah, kasur, terpal, perlengkapan bayi, kebutuhan keluarga, masker hingga peralatan kebersihan.

Tak hanya logistik, kebutuhan armada operasional juga menjadi prioritas. Bengkulu mengusulkan pengadaan mobil rescue, mobil dapur umum, mobil toilet portabel, sepeda motor trail serta berbagai kendaraan pendukung penanganan bencana.

Pengadaan tenda posko, posko komando dan tenda pengungsian turut diajukan guna memperkuat pelayanan darurat bagi masyarakat ketika bencana melanda.

Langkah lebih besar juga diarahkan pada modernisasi sistem kebencanaan. Pemprov Bengkulu mengusulkan pembangunan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) berbasis Artificial Intelligence (AI), khususnya bagi BPBD yang belum memiliki fasilitas tersebut.

Sistem ini diharapkan mampu mempercepat pengolahan data, pemantauan ancaman bencana, pertukaran informasi, serta pengambilan keputusan saat kondisi darurat.

Selain itu, pengadaan perangkat komunikasi terpadu juga diusulkan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, kota, dan seluruh unsur penanggulangan bencana.

Kepala BNPB RI Letjen TNI Kristomei Sianturi menyambut baik berbagai usulan tersebut. Ia menilai penguatan logistik, peralatan, teknologi informasi dan koordinasi lintas sektor merupakan elemen penting dalam membangun kesiapsiagaan daerah.

“Penguatan logistik, peralatan, sistem informasi kebencanaan serta koordinasi lintas sektor merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan daerah. Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat agar penanggulangan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Kristomei.

Pemprov Bengkulu berharap usulan tersebut dapat ditindaklanjuti sehingga kesiapan logistik, armada penyelamatan, dan teknologi kebencanaan semakin memadai.

Dengan ancaman bencana yang membutuhkan kesiapan setiap saat, penguatan mitigasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk melindungi masyarakat Bengkulu.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.