Dolar AS Masih Betah di Level Rp 17.700, Melemah Tipis di Awal Perdagangan

oleh -51 Dilihat
oleh
Ilustrasi pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Mata uang Paman Sam masih bertahan di level tujuh belas ribu rupiah pada perdagangan Jumat pagi, mengalami pelemahan tipis usai menguat.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah tercatat melemah tipis pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (18/9/2026). Mata uang Paman Sam itu masih bertahan di kisaran level Rp 17.700, meski mengalami koreksi ringan dari penutupan sebelumnya.

Berdasarkan data perdagangan Bloomberg, dolar AS dibuka melemah 23 poin atau setara 0,13% terhadap rupiah. Pada awal sesi perdagangan pagi ini, greenback berada di level Rp 17.730 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan bahwa dolar AS masih kokoh di atas level psikologis Rp 17.700, meskipun tekanan jual sempat muncul di awal hari.

Pelemahan ini terjadi setelah sebelumnya dolar AS sempat menguat signifikan. Penguatan tersebut dipicu oleh keputusan bank sentral AS, The Federal Reserve, yang menaikkan suku bunga acuannya. Ini merupakan kenaikan pertama yang dilakukan The Fed sejak Juli 2023. Kebijakan moneter yang lebih ketat tersebut sempat mendorong dolar AS menyentuh level Rp 17.700, sebelum akhirnya mengalami koreksi wajar pada perdagangan hari ini.

Tidak hanya terhadap rupiah, dolar AS juga mengalami pelemahan terhadap sebagian besar mata uang utama Asia pada hari ini. Berdasarkan pantauan pasar, dolar AS turun 0,02% terhadap rupee India dan melemah 0,10% terhadap yuan China. Pelemahan juga tercatat terhadap mata uang di wilayah Tiongkok, di mana dolar AS turun 0,29% terhadap dolar Taiwan, Tiongkok, serta melemah 0,01% terhadap dolar Hong Kong, Tiongkok.

Meski mengalami pelemahan luas di Asia, dolar AS masih mencatatkan penguatan terhadap beberapa mata uang tertentu. Greenback tercatat menguat 0,17% terhadap yen Jepang dan naik tipis 0,02% terhadap dolar Singapura. Penguatan ini mengindikasikan bahwa sentimen pasar masih beragam, dengan investor melakukan penyesuaian posisi di tengah ketidakpastian global.

Para pengamat pasar menilai, pergerakan dolar AS saat ini masih dipengaruhi oleh ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed ke depan. Meskipun suku bunga telah dinaikkan, pasar masih mencermati apakah The Fed akan melanjutkan siklus pengetatan atau mulai menahan suku bunga di level saat ini. Hal ini menjadi faktor kunci yang akan menentukan arah pergerakan dolar AS terhadap rupiah dan mata uang Asia lainnya dalam beberapa pekan ke depan.

Secara keseluruhan, dolar AS masih menunjukkan ketahanan di level Rp 17.700. Pelemahan tipis yang terjadi hari ini dinilai sebagai koreksi sehat setelah penguatan sebelumnya. Pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada terhadap berbagai data ekonomi global yang dapat mempengaruhi sentimen nilai tukar di masa mendatang.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.