KLIKINFOBERITA.COM,- Program vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bengkulu Tengah terus digencarkan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan ternak dan melindungi sektor peternakan masyarakat.
Sepanjang 2026, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bengkulu Tengah telah menyiapkan 4.000 dosis vaksin PMK. Hingga akhir Oktober, sebanyak 2.400 dosis telah disuntikkan kepada ternak, sementara 1.600 dosis lainnya masih tersedia untuk melanjutkan program vaksinasi hingga akhir tahun.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah, Helmi Yuliandri, SP., MT., melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Zulian Effendi, mengatakan pelaksanaan vaksinasi terus dilakukan secara bertahap dengan menjangkau sembilan kecamatan.
“Vaksinasi merupakan salah satu langkah penting untuk melindungi ternak dari ancaman penyakit PMK. Dari 4.000 dosis yang disiapkan, sebanyak 2.400 dosis sudah digunakan dan masih tersedia 1.600 dosis untuk melanjutkan kegiatan vaksinasi,” ujar Zulian.
Untuk mempercepat pelaksanaan program, petugas kesehatan hewan turun langsung ke lapangan dengan mendatangi kandang milik masyarakat. Penyuntikan dilakukan terhadap sapi dan kerbau, disertai koordinasi bersama pemerintah desa dan para peternak.
Saat ini, vaksinasi di dua kecamatan masih dalam proses penyelesaian. Distan memastikan petugas terus berupaya menjangkau ternak yang belum mendapatkan vaksin agar program perlindungan kesehatan hewan dapat berjalan optimal.
Tidak hanya mengandalkan vaksinasi, Distan Bengkulu Tengah juga memperkuat langkah pencegahan melalui pemeriksaan ternak yang didatangkan dari luar daerah. Pengawasan ini dilakukan untuk mengantisipasi masuknya virus PMK sekaligus meminimalkan risiko penularan di lingkungan peternakan masyarakat.
“Selain menggencarkan vaksinasi, kami juga melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap ternak dari luar daerah. Langkah ini sebagai upaya pencegahan agar virus PMK tidak masuk dan menyebar di Bengkulu Tengah,” jelasnya.
Distan juga terus mengajak peternak meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan hewan. Sebab, keberhasilan pengendalian PMK tidak hanya bergantung pada pemerintah dan petugas, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga serta memantau kondisi ternaknya.
Peternak diminta segera melapor apabila menemukan gejala yang mengarah pada PMK, seperti demam, luka atau lepuh pada bagian mulut dan kaki, serta ternak mengalami kesulitan makan maupun berjalan.
“Kami mengimbau peternak agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan gejala PMK. Dengan laporan cepat, pemeriksaan dan penanganan dapat segera dilakukan sehingga risiko penyebaran bisa ditekan,” tegas Zulian.
Melalui program vaksinasi, pengawasan lalu lintas ternak, dan peningkatan kesadaran peternak, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah melalui Dinas Pertanian terus memperkuat upaya perlindungan kesehatan hewan.
Dengan dukungan seluruh pihak, diharapkan populasi ternak tetap sehat, produktivitas peternakan terjaga, serta usaha peternakan masyarakat di Kabupaten Bengkulu Tengah dapat berkembang secara berkelanjutan.(Aisya/adv)









