KLIKINFOBERITA.COM,- Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah secara aktif memantau harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di berbagai perusahaan perkebunan besar. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Dinas Pertanian Helmi Yuliandri, S. P. , M. T. , yang melakukan kunjungan ke PT Agra Sawittindo dan PT PMS pada 9 Juni 2026. Upaya ini bertujuan untuk memastikan harga yang transparan dan mencegah penumpukan buah pada petani.
Helmi menyatakan bahwa situasi di lapangan terpantau baik. Di PT Agra Sawittindo, harga TBS tetap stabil di atas Rp2. 800 per kilogram untuk buah dengan kualitas normal. “Tidak ada penumpukan atau pembatasan dalam penerimaan buah dari para petani. Ini merupakan indikasi positif bahwa rantai pasokan berjalan dengan baik,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa tren harga menunjukkan peningkatan perlahan, mendekati angka psikologis Rp3. 000 per kilogram dalam waktu dekat.
“Kami yakin harga akan terus meningkat sejalan dengan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat terkait biodiesel. Jika program B50 atau bahkan B75 segera dijalankan sepenuhnya, kami targetkan harga TBS bisa mencapai Rp3. 000 per kilogram,” ujar Helmi. Kenaikan harga ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sawit yang berperan penting dalam perekonomian daerah.
Helmi juga menegaskan komitmennya terhadap arahan Gubernur Bengkulu mengenai penetapan harga acuan. Surat edaran resmi telah diterima dan segera disampaikan kepada semua pabrik kelapa sawit (PKS) di wilayah tersebut untuk dipatuhi. “Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan industri dan hak-hak petani,” tegasnya.
Selain memantau harga, dinas juga mendorong pemanfaatan CPO yang beragam, tidak hanya untuk minyak goreng tetapi juga untuk bahan bakar nabati seperti biosolar. Program ini mendukung agenda nasional dalam ketahanan energi dan perlindungan lingkungan. Dengan adanya sinergi antara regulasi yang ketat, pemantauan lapangan, dan dukungan terhadap program biodiesel, Bengkulu Tengah bertekad menjadikan sektor kelapa sawit sebagai penggerak ekonomi yang adil, berkelanjutan, dan menguntungkan bagi seluruh masyarakat. Para petani juga diminta untuk tetap tenang dan terus merawat kebun agar produktivitas tetap terjaga seiring dengan kenaikan harga yang mulai terjadi.







