KLIKINFOBERITA.COM, – Selain dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan sayuran, kangkung juga sangat bermanfaat sebagai bahan dasar pupuk organik cair. Pupuk ini membantu meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas tanaman tanpa efek samping bahan kimia.
Bahan yang dibutuhkan:
1 kg kangkung segar
10 liter air bersih
2 sendok makan gula merah (opsional untuk mempercepat fermentasi)
Langkah pembuatan:
Cuci kangkung hingga bersih untuk menghilangkan kotoran dan sisa pestisida.
Potong-potong kangkung menjadi bagian kecil agar mudah terurai.
Masukkan kangkung ke dalam wadah fermentasi, kemudian tambahkan 10 liter air bersih.
Tambahkan gula merah sebagai sumber makanan mikroorganisme yang mempercepat proses fermentasi.
Tutup wadah dengan kain atau penutup yang memungkinkan udara masuk, lalu simpan di tempat teduh selama 7-10 hari.
Aduk larutan setiap hari agar fermentasi berjalan merata.
Setelah fermentasi selesai, saring larutan dan pisahkan ampasnya.
Larutan pupuk organik cair siap digunakan dengan cara diencerkan 1:10 (satu bagian pupuk, sepuluh bagian air) untuk penyiraman tanaman.
Manfaat pupuk organik cair kangkung:
Meningkatkan kesuburan tanah secara alami.
Mempercepat pertumbuhan dan hasil tanaman.
Ramah lingkungan dan aman bagi semua jenis tanaman.
Budidaya kangkung di kolam merupakan inovasi yang cerdas dan ramah lingkungan, menggabungkan budidaya ikan dengan sayuran hijau yang bernilai ekonomis tinggi. Sistem ini tidak hanya menghemat biaya pakan ikan, tapi juga memberikan penghasilan tambahan dan mendukung pertanian berkelanjutan.
Selain itu, kangkung dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang mudah dibuat dan efektif meningkatkan produktivitas tanaman. Inovasi ini patut menjadi perhatian para petani modern yang ingin mengoptimalkan lahan dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Dengan langkah sederhana ini, masa depan pertanian dan perikanan di Indonesia semakin cerah dan berdaya saing.











