Buka Pintu Kemanunggalan: Kodim Rejang Lebong Ubah Aula Jadi Ruang Nobar Piala Dunia 2026

oleh -11 Dilihat
oleh
Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, tampak duduk santai di antara warga saat menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 di Makodim, Kamis (18/6/2026). Momen ini menjadi bukti nyata pendekatan humanis TNI yang mengutamakan kebersamaan dan kehangatan interaksi di luar tugas dinas.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Suasana khas markas militer yang biasanya identik dengan ketertiban dan kedisiplinan, malam itu berubah menjadi lautan emosi dan keceriaan. Aula Arupadatu, Makodim 0409/Rejang Lebong, ramai dipadati ratusan warga dari berbagai lapisan masyarakat pada Kamis malam (18/6/2026). Mereka berkumpul untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 dalam acara nonton bareng (nobar) yang dikemas sebagai wujud nyata kedekatan TNI dengan rakyat.

Tidak ada sekat antara seragam loreng dan pakaian sipil. Anak muda dengan jersey klub favoritnya duduk bersisian dengan para tetua yang mengenakan topi lusuh. Semua mata tertuju pada layar lebar, mengikuti setiap operan dan tendangan pemain dari berbagai negara. Sorak-sorai, tepuk tangan, hingga teriakan “Gol!” membaur menjadi satu simfoni semangat yang menggetarkan dinding aula. Meski dukungan terpecah ke berbagai tim, tidak ada ruang untuk permusuhan; yang ada hanyalah saling tepuk bahu dan tawa bersama saat peluang gagal atau gol tercipta.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr. Opsla, hadir di tengah kerumunan, duduk lesehan layaknya warga biasa. Ia menegaskan bahwa pembukaan akses ini adalah bagian dari strategi pendekatan teritorial yang humanis. “Kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya dibangun lewat upacara atau latihan fisik, tetapi melalui momen-momen kecil seperti ini. Duduk bersama, tertawa bersama, bahkan kecewa bersama. Itulah esensi keakraban sejati,” ujar Dandim di sela hiruk-pikuk penonton.

Agung menambahkan bahwa TNI ingin hadir tidak hanya saat terjadi bencana atau konflik, tetapi juga dalam momen suka cita. Sepak bola dipilih karena daya tariknya yang universal, mampu menyatukan lintas generasi, profesi, dan status sosial. “Kami ingin rakyat merasa bahwa kami adalah bagian dari mereka, sahabat yang selalu ada di setiap denyut kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Kesan mendalam dirasakan oleh Herman (45), salah satu warga yang hadir. Ia mengaku terkaget-kaget dengan suasana yang begitu cair dan akrab. “Saya kira nobar di kodim bakal kaku dan formal. Ternyata, saya malah bisa bercanda dengan seorang prajurit, bahkan bertaruh siapa yang lebih dulu mencetak gol dengan taruhan segelas kopi! Ini pengalaman yang luar biasa,” ceritanya sambil tersenyum lebar.

Lebih dari sekadar hiburan, acara ini menjadi jembatan komunikasi informal. Di sela jeda pertandingan, warga dan aparat saling bertukar cerita tentang kondisi lingkungan, keluhan sehari-hari, hingga rencana pembangunan desa tanpa rasa canggung. Kodim 0409/Rejang Lebong berkomitmen menjadikan nobar ini sebagai agenda rutin sepanjang gelaran Piala Dunia 2026, dan berpotensi diperluas ke ajang olahraga lainnya.

Bagi jajaran Kodim Rejang Lebong, gol-gol di layar mungkin akan terlupakan seiring waktu. Namun, senyum, tawa, dan jabat erat antara prajurit dan warga di Aula Arupadatu adalah kemenangan sejati yang memperkuat pilar kebangsaan. Malam itu membuktikan bahwa sepak bola memang bahasa pemersatu yang tak butuh penerjemah, dan TNI adalah rumah bagi seluruh elemen bangsa.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.