Budidaya Mengkudu: Peluang Usaha Menjanjikan dari Tanaman Herbal yang Kaya Manfaat

oleh -562 Dilihat
oleh
Petani memanen buah mengkudu segar, sumber manfaat kesehatan alami dengan senyawa bioaktif tinggi. Budidaya mudah dan potensi pasar besar, menjadikan mengkudu peluang agribisnis masa depan.-poto :red/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM, – Tanaman mengkudu (Morinda citrifolia), yang dikenal luas sebagai tanaman herbal sarat manfaat kesehatan, kini semakin dilirik sebagai komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi. Dengan teknik budidaya yang relatif mudah dan potensi pasar yang terus berkembang, mengkudu menjadi salah satu peluang usaha agribisnis yang menjanjikan.

Mengkudu dikenal memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti xeronine, scolopetin, dan proxeronine yang dipercaya mampu meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, hingga membantu detoksifikasi alami.

Berikut ini panduan lengkap cara menanam dan membudidayakan tanaman mengkudu yang sehat dan produktif:

1. Pemilihan Lahan dan Iklim

Tanaman mengkudu tumbuh optimal di dataran rendah hingga ketinggian 1.500 mdpl. Pilih lahan terbuka yang terkena sinar matahari langsung, dengan drainase baik dan tanah bertekstur lempung berpasir. pH tanah ideal berkisar antara 5 hingga 6,5.

2. Pembibitan

Pembibitan dapat dilakukan dengan dua cara:

Biji: Keringkan biji dari buah yang telah matang, lalu semai di media tanam.

Stek batang: Potong batang tanaman induk yang sehat, lalu tanam pada media lembap hingga tumbuh akar.

Bibit siap dipindah ke lahan setelah berumur 2–3 bulan dan memiliki tinggi minimal 15 cm.

3. Penanaman

Jarak tanam ideal: 2 x 2 meter.

Lubang tanam dibuat berukuran 40 x 40 x 40 cm dan diberi pupuk kandang sebagai pupuk dasar.

Tanam bibit di awal musim hujan untuk memudahkan proses adaptasi dan pertumbuhan awal.

4. Pemeliharaan

Penyiraman: Lakukan rutin 2–3 kali seminggu, terutama pada musim kemarau.

Pemupukan: Gunakan pupuk organik atau NPK setiap 2–3 bulan sekali.

Pemangkasan: Buang cabang atau daun yang tidak produktif untuk merangsang pertumbuhan buah.

Pengendalian hama: Waspadai serangan ulat daun dan jamur. Gunakan pestisida nabati bila diperlukan.

5. Panen dan Pascapanen

Mengkudu mulai berbuah setelah berumur 8–12 bulan. Buah siap panen saat warnanya berubah dari hijau ke putih kekuningan.

Frekuensi panen: 1–2 minggu sekali.

Setelah panen, buah bisa langsung dijual segar atau diolah menjadi jus, kapsul, dan produk herbal lainnya.

Permintaan pasar terhadap produk herbal dan alami terus meningkat, baik di dalam negeri maupun ekspor. Mengkudu menjadi bahan baku penting untuk industri jamu, minuman kesehatan, hingga kosmetik herbal. Harga jual buah mengkudu segar berkisar antara Rp2.000–Rp4.000/kg, sementara produk olahan bisa bernilai berkali-kali lipat.

Menurut beberapa pelaku usaha, dengan 1 hektar lahan, petani bisa menghasilkan hingga 15–20 ton buah mengkudu per tahun, tergantung intensitas perawatan.

Budidaya mengkudu bukan hanya menjadi ladang bisnis yang menjanjikan, tapi juga turut mendukung gaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Bagi Anda yang ingin terjun ke dunia pertanian atau mencari peluang usaha agribisnis baru, mengkudu bisa menjadi pilihan cerdas.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.