KLIKINFOBERITA.COM,- Tak terduga, buah yang bercita rasa pahit dan beraroma menyengat ini ternyata menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Buah mengkudu (Morinda citrifolia) telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional dan kini telah dibuktikan khasiatnya melalui berbagai studi ilmiah modern, terutama dalam menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Hipertensi tetap menjadi salah satu isu kesehatan yang serius di Indonesia. Menurut data Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1 persen. Masalah ini dikenal sebagai ‘silent killer’ karena sering kali tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat menyebabkan komplikasi berbahaya seperti stroke dan penyakit jantung.
Menghadapi masalah ini, buah mengkudu muncul sebagai pilihan terapi tambahan yang menjanjikan. Penelitian dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul Ulum Surakarta yang dilakukan pada tahun 2024 menyatakan bahwa jus mengkudu efektif dalam mengendalikan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Dokter Irfan Ardani dari RSUP dr. Sardjito Yogyakarta menjelaskan bahwa khasiat ini berasal dari komponen bioaktif yang ada dalam buah mengkudu. Terdapat setidaknya tiga senyawa utama yang memiliki peran penting.
Pertama, Scopoletin, yang memiliki efek vasodilator atau pelebaran pembuluh darah. Dengan melebarnya pembuluh darah, pekerjaan jantung menjadi lebih ringan dan tekanan darah pun menurun.
Kedua, Xeronine, zat aktif yang memiliki efek diuretik. Senyawa ini meningkatkan produksi urin, sehingga jumlah cairan dalam tubuh berkurang. Penurunan jumlah cairan ini akan diikuti dengan berkurangnya tahanan perifer, yang pada akhirnya menurunkan tekanan darah.
Ketiga, Prexeronin, yang berfungsi pada jaringan endotel vasoaktif untuk mengatur tekanan darah.
Studi terbaru dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2024 bahkan menjelaskan temuan yang lebih dalam mengenai tiga senyawa tambahan yaitu isorhamnetin, quercetin, dan kaempferol yang memiliki peranan penting dalam efek antihipertensi buah mengkudu.
Penelitian berdasarkan jaringan farmakologi ini menunjukkan bahwa mekanisme yang dimiliki buah mengkudu terkait dengan berbagai jalur biologis seperti sinyal PI3K/AKT, resistensi insulin, dan interaksi ligan-reseptor neuroaktif.
Sejumlah uji klinis telah menunjukkan bukti nyata efektivitas buah mengkudu. Penelitian di Universitas Mulawarman pada tahun 2023 yang melibatkan 55 partisipan menunjukkan bahwa kombinasi jus mengkudu (100 gram) dengan madu kelulut (10 ml) yang diminum sekali sehari selama 10 hari berhasil menurunkan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 6,4 mmHg dan diastolik sebesar 3,29 mmHg.
Hasil yang lebih mencolok diperlihatkan oleh penelitian lain yang mengombinasikan mengkudu dengan mentimun. Dikutip dari jurnal kesehatan Universitas Mulawarman (2021), kombinasi tersebut dapat menurunkan tekanan darah sistolik hingga 17,8 mmHg dan diastolik hingga 13,2 mmHg setelah konsumsi rutin selama 7 hari.
Bahkan, penelitian yang membandingkan jus mengkudu dengan ekstrak kapsul di Desa Pulau Birandang, Riau, menunjukkan bahwa ekstrak kapsul mengkudu lebih efektif. Data statistik menunjukkan nilai signifikansi (P=0,000), yang menandakan terdapat perbedaan signifikan antara kedua bentuk sediaan.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI memberikan resep mudah untuk mengolah buah mengkudu. Ambil satu buah mengkudu berukuran sedang (sekitar 100-250 gram), kupas kulitnya, dan ambil daging buahnya. Potong daging buah menjadi kecil-kecil, tambahkan air matang, dan blender hingga halus. Untuk mengurangi rasa pahitnya, Anda bisa menambah madu sebanyak 20 ml atau satu sendok teh gula.
Minuman ini sebaiknya disajikan dalam gelas sebesar 200 ml dan dikonsumsi dua kali dalam sehari, yaitu pada pagi dan sore hari, dengan jeda waktu 20-30 menit sebelum makan.
Selain dijadikan jus, buah mengkudu juga bisa diolah menjadi teh. Pilih buah yang sudah matang sedang (berwarna putih kekuningan, dagingnya keras, dan tidak berbau), kemudian iris tipis dan jemur di bawah sinar matahari selama 2-3 hari. Seduh irisan buah yang sudah dikeringkan dengan air panas, diamkan selama 5 menit hingga airnya berubah warna menjadi kemerahan, dan siap untuk diminum.
Walaupun memiliki banyak manfaat, para ahli memperingatkan agar penggunaan buah mengkudu tidak dilakukan secara berlebihan tanpa pengawasan medis. Beberapa kelompok yang sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu termasuk penderita penyakit liver, hepatitis, diabetes, serta ibu hamil dan menyusui.
Buah mengkudu juga tidak boleh digunakan sebagai pengganti obat antihipertensi dari dokter tanpa persetujuan medis, sebab bisa menyebabkan penurunan tekanan darah yang terlalu drastis (hipotensi) jika digunakan sembarangan.
Para peneliti sepakat bahwa diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami dosis yang tepat dan efek jangka panjang dari konsumsi buah mengkudu pada populasi yang lebih luas.
Namun, di tengah mahalnya biaya pengobatan dan meningkatnya gaya hidup tidak sehat, buah mengkudu yang tumbuh subur di pekarangan masyarakat Indonesia layak dipertimbangkan sebagai salah satu solusi untuk hidup lebih sehat. Aroma tajam yang sering dihindari ternyata menjadi “identitas” dari berbagai manfaat yang ditawarkan oleh alam.









