BI Salurkan Combine Harvester di Mukomuko, Petani Bisa Hemat Rp2,3 Juta per Hektare

oleh -57 Dilihat
oleh
Wakil Gubernur Bengkulu Mian bersama Kepala Perwakilan BI Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat menyerahkan bantuan Combine Harvester kepada petani Mukomuko guna menekan biaya panen dan meningkatkan produktivitas pertanian daerah.-Foto : Hery/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,– Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong modernisasi pertanian guna memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan satu unit alat mesin pertanian (alsintan) Combine Harvester kepada Kelompok Tani Mekar Sari, Desa Tirta Mulya, Kabupaten Mukomuko, Rabu (4/11/2026).

Bantuan diserahkan langsung Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, didampingi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Mukomuko, penyuluh pertanian, dan anggota kelompok tani.

Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menegaskan bahwa bantuan Combine Harvester bukan sekadar penyerahan alat, melainkan langkah konkret untuk meringankan beban petani, menekan biaya panen, dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Menurutnya, penggunaan teknologi modern menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan sektor pertanian, termasuk ancaman El Nino yang berpotensi memengaruhi produksi pangan.

“Target swasembada pangan nasional harus kita dukung bersama. Sektor pertanian perlu diperkuat melalui pemanfaatan teknologi agar produktivitas tetap terjaga, termasuk dalam menghadapi kondisi El Nino,” tegas Mian.

Ia mengungkapkan, penggunaan Combine Harvester mampu memangkas biaya panen secara signifikan. Jika panen manual membutuhkan biaya sekitar Rp3 juta per hektare, penggunaan alat tersebut diperkirakan hanya menghabiskan Rp700 ribu, terdiri atas Rp200 ribu untuk BBM dan Rp500 ribu biaya operator.

Artinya, petani berpotensi menghemat hingga Rp2,3 juta per hektare. Waktu pengerjaan pun jauh lebih singkat, dari dua hingga tiga hari menjadi sekitar 1,5 sampai 2,5 jam untuk satu hektare lahan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, berharap bantuan tersebut dimanfaatkan dan dirawat dengan baik agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani.

“Combine Harvester membantu proses pemotongan padi, perontokan, hingga pembersihan gabah dalam satu rangkaian kerja. Dengan teknologi ini, proses panen lebih efektif dan efisien serta kehilangan hasil panen dapat ditekan,” ujar Wahyu.

Ia berharap dukungan teknologi pertanian tersebut mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

Apresiasi juga disampaikan Ngadimo, perwakilan Kelompok Tani Mekar Sari. Ia mengaku bantuan tersebut sangat membantu karena selama ini panen manual membutuhkan biaya dan tenaga yang besar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia, Bapak Gubernur, dan Wakil Gubernur Bengkulu atas perhatian kepada petani. Bantuan ini sangat berarti bagi kelompok tani kami,” ungkapnya.

Dengan hadirnya Combine Harvester, petani Mukomuko diharapkan semakin terbantu dalam meningkatkan efisiensi panen, menekan biaya produksi, dan memperkuat kontribusi daerah terhadap swasembada pangan nasional.(Hery)

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.