Bank Indonesia: Rupiah Menguat Tipis Sepekan, Pekan Depan Rentan Melemah

oleh -16 Dilihat
oleh
Layar kurs menyala; tangan trader sigap. Rupiah menguat tipis akhir pekan usai penetapan Gubernur BI. Meski optimis, pasar masih waspada terhadap inflasi dan ketegangan geopolitik.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis sepanjang pekan 24—28 Agustus 2026. Sepanjang periode itu, rupiah menguat 28 poin atau 0,15 persen, bergerak dari Rp17.721 menjadi Rp17.693 per dolar AS.

Perdagangan dimulai pada Senin, 24 Agustus, saat rupiah dibuka melemah tipis 4 poin ke Rp17.698 per dolar AS dan menutup hari pada posisi lebih lemah, Rp17.721. Pada Selasa, 25 Agustus, rupiah tercatat stabil dengan pelemahan tipis 2 poin, menutup pada Rp17.723 per dolar AS.

Rupiah sempat menguat pada Rabu, 26 Agustus, setelah dibuka pada Rp17.695 per dolar AS. Namun pada penutupan hari, mata uang domestik kembali melemah tipis menjadi Rp17.725 per dolar AS. Pergerakan lebih tajam terjadi pada Kamis, 27 Agustus, ketika rupiah terbuka melemah 56 poin ke Rp17.781 dan menutup pada Rp17.744 per dolar AS.

Menjelang akhir pekan, rupiah berbalik menguat pada Jumat, 28 Agustus. Mata uang domestik membuka perdagangan pada Rp17.718 per dolar AS dan ditutup menguat 51 poin ke Rp17.693 per dolar AS, yang menjadi level penutup pekan.

Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Traze Andalan Futures, memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung rentan melemah pada pekan mendatang. “Rupiah pada perdagangan sepekan ke depan diprediksi bergerak di sekitar Rp17.600–Rp17.900 per dolar AS,” kata Ibrahim dalam keterangannya yang dikutip Minggu, 30 Agustus 2026.

Ibrahim menjelaskan penguatan pada akhir pekan didorong respons pasar terhadap pengumuman penetapan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia terpilih periode 2026–2031. Pengesahan tersebut dinilai positif oleh pelaku pasar karena diharapkan memberi kepastian kebijakan moneter.

Meski demikian, sejumlah sentimen eksternal masih membayangi pergerakan rupiah. Menurut Ibrahim, pasar kini menantikan data inflasi yang akan dirilis pekan depan. Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara AS dan Iran serta konflik berkepanjangan Rusia–Ukraina di Eropa Timur diperkirakan akan memengaruhi arus modal global dan volatilitas mata uang.

Analis menyarankan pelaku pasar memantau rilis data domestik dan global serta pernyataan resmi dari otoritas moneter. Perkembangan tersebut akan menentukan arah jangka pendek rupiah, apakah dapat mempertahankan penguatan tipisnya atau kembali terkoreksi.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.