KLIKINFOBERITA.COM,- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Bengkulu mencatat realisasi Transfer ke Daerah (TKD) hingga 31 Juli 2026 mencapai Rp5,26 triliun atau 62,63 persen dari total pagu Rp8,40 triliun. Penyaluran dana ini dinilai signifikan untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah dan memastikan kelangsungan pelayanan publik.
“Kami terus melakukan pemantauan secara berkala agar penyaluran anggaran berjalan tepat waktu dan tepat sasaran,” kata Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardana. Ia menambahkan bahwa percepatan belanja daerah menjadi penyangga perekonomian tingkat lokal dan berperan sebagai stimulus menghadapi dinamika ekonomi global.
Rincian realisasi menunjukkan alokasi mencakup Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta Dana Desa. Khusus Dana Desa, realisasi sampai akhir Juli mencapai Rp304,44 miliar atau 80,74 persen dari pagu Rp377,08 miliar. Pencapaian ini dianggap menggembirakan karena Dana Desa berperan langsung dalam pembangunan infrastruktur dasar dan pemberdayaan masyarakat desa.
Kanwil DJPb menegaskan penyaluran cepat dan tepat sasaran diprioritaskan untuk program yang berdampak langsung pada pelayanan publik, seperti bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur jalan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat serta memacu pemulihan ekonomi lokal pasca-pandemi.
Irfan menuturkan pemantauan tidak hanya berhenti pada penyaluran, tetapi juga meliputi evaluasi penggunaan anggaran di daerah. “Kami mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Mekanisme pengawasan kami juga menekankan tata kelola yang baik untuk meminimalkan risiko efisiensi dan penyelewengan,” ujarnya.
Pemerintah daerah di Bengkulu didorong mempercepat realisasi belanja melalui perencanaan matang dan implementasi proyek yang siap dilaksanakan. Percepatan penyerapan anggaran diharapkan mendukung penciptaan lapangan kerja serta memperkuat basis ekonomi lokal.
Sejumlah pihak terkait termasuk pemerintah kabupaten/kota dan aparat desa diimbau terus berkoordinasi dengan Kanwil DJPb untuk memastikan alokasi dana efektif dan sesuai prioritas kebutuhan masyarakat. Dengan capaian realisasi TKD 62,63 persen, Kanwil DJPb optimistis target serapan anggaran tahun ini dapat tercapai apabila sinergi antarpemangku kepentingan terus ditingkatkan.







