KLIKINFOBERITA.COM, – Siapa sangka, tumbuhan kecil yang sering tumbuh liar di bebatuan atau permukaan lembap ini ternyata menyimpan potensi ekonomi yang besar. Lumut, yang selama ini kerap diabaikan, kini mulai dilirik sebagai sumber cuan dari berbagai sektor, mulai dari kesehatan hingga kuliner kekinian.
Menurut platform gaya hidup Lemon8, tren pemanfaatan lumut kian meningkat karena nilai ekonominya yang menjanjikan. Berbagai jenis lumut, seperti lumut laut dan lumut hati, memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat sehingga dapat diolah menjadi produk kesehatan seperti suplemen alami dan ramuan herbal. Kandungan antioksidan serta sifat anti-inflamasi dari beberapa jenis lumut menjadikannya bahan baku potensial dalam industri farmasi dan wellness.
Tak hanya di bidang kesehatan, sektor pertanian juga mulai memanfaatkan lumut sebagai pupuk alami dan agen penahan erosi. Lumut mampu menyimpan air, menyuburkan tanah, serta membantu menjaga kelembapan, menjadikannya solusi ramah lingkungan dalam praktik pertanian berkelanjutan. Produk kompos berbasis lumut pun mulai banyak diminati oleh pelaku pertanian organik.
Dari sisi estetika, lumut menjadi elemen dekoratif yang populer dalam taman mini, terarium, hingga akuarium. Lumut hias kini banyak dicari karena memberikan nuansa alami dan segar. Beberapa pengrajin bahkan memanfaatkannya sebagai bahan bangunan alami untuk dekorasi rumah berkonsep eco-living.
Menariknya, di industri makanan juga muncul tren unik: Es Lumut. Minuman kekinian ini menampilkan jelly hijau menyerupai lumut yang disajikan dengan es dan sirup manis. Selain tampilannya yang unik, es lumut juga digemari karena rasanya yang segar dan teksturnya yang kenyal. Peluang bisnis kuliner berbasis lumut ini menjadi pilihan menarik, terutama bagi pelaku UMKM yang ingin menghadirkan produk yang viral dan sehat.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum terjun ke bisnis ini. Pastikan jenis lumut yang digunakan aman dan sesuai peruntukannya. Selain itu, proses pembersihan lumut harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kontaminasi kuman atau kotoran. Yang tak kalah penting, praktik panen lumut harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan agar tidak merusak ekosistem alami.
Dari taman hingga meja makan, lumut kini bukan sekadar tanaman liar, tetapi juga peluang bisnis hijau yang menjanjikan.