KLIKINFOBERITA.COM, – Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap pengobatan alami dan herbal, banyak tanaman liar yang mulai mendapat sorotan karena manfaat kesehatannya. Salah satu tanaman yang mulai naik daun adalah rumput Balakacida (Chromolaena odorata), tumbuhan liar yang tumbuh subur di wilayah tropis, termasuk Indonesia.
Selama ini, Balakacida sering dianggap sebagai gulma pengganggu lahan pertanian. Namun, di balik pertumbuhannya yang agresif, tanaman ini menyimpan segudang manfaat sebagai obat herbal serbaguna, baik untuk kesehatan manusia maupun lingkungan. Apa saja khasiatnya? Mengapa tanaman ini kini wajib diketahui oleh semua kalangan? Berikut ulasan lengkapnya.
Balakacida dikenal juga dengan nama lokal seperti Siangit-angit, Ajeran, atau Siam Weed, tergantung daerahnya. Tanaman ini memiliki ciri daun hijau berbentuk oval dengan aroma khas saat diremas. Tumbuh liar di semak-semak, pinggir jalan, hingga lahan kosong, Balakacida ternyata kaya akan senyawa aktif seperti:
Flavonoid
Alkaloid
Tanin
Saponin
Minyak atsiri
Senyawa-senyawa ini telah lama dikenal dalam dunia pengobatan tradisional karena memiliki sifat antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan yang tinggi.
Manfaat Herbal Balakacida yang Telah Terbukti
Berikut adalah beberapa manfaat Balakacida yang telah digunakan secara tradisional dan mulai diteliti lebih lanjut oleh para ahli:
1. Menghentikan Pendarahan Luka
Balakacida dikenal ampuh menghentikan pendarahan ringan secara cepat. Daunnya cukup ditumbuk dan ditempelkan langsung ke luka sebagai antiseptik alami dan mempercepat pembekuan darah.
2. Obat Luka dan Borok
Ekstrak daunnya mengandung senyawa antibakteri yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri pada luka terbuka. Di beberapa daerah, daunnya dijadikan salep herbal tradisional.
3. Obat Diare dan Masalah Pencernaan
Rebusan daun Balakacida digunakan secara tradisional untuk mengatasi diare, disentri, dan sakit perut karena mengandung tanin yang bersifat astringen.
4. Anti Radang dan Demam
Dalam bentuk teh herbal, daun Balakacida bisa membantu meredakan demam dan nyeri otot ringan karena kandungan antiinflamasi dan antipiretiknya.
5. Melawan Infeksi Jamur dan Bakteri
Beberapa studi menunjukkan bahwa minyak atsiri dalam tanaman ini efektif melawan infeksi jamur dan bakteri seperti Staphylococcus aureus.
Cara Penggunaan Balakacida Secara Aman
Meski alami, penggunaan tanaman herbal tetap harus memperhatikan dosis dan cara pengolahan yang tepat. Berikut beberapa cara umum penggunaan Balakacida:
Luka luar: Tumbuk daun segar, lalu tempelkan pada luka.
Rebusan herbal: Ambil 7–10 helai daun, rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas, saring dan minum setelah dingin.
Teh herbal: Daun kering diseduh seperti teh biasa, bisa ditambahkan madu untuk rasa.
Catatan Penting: Konsumsi berlebihan atau jangka panjang belum sepenuhnya diteliti. Konsultasikan dengan herbalis atau dokter jika ingin menjadikannya terapi rutin.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai universitas dan lembaga riset mulai meneliti potensi Balakacida sebagai antibiotik alami dan alternatif antiinflamasi. Bahkan, di beberapa negara Asia dan Afrika, tanaman ini sedang dikembangkan menjadi suplemen herbal dan bahan dasar salep luka.
Menurut peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Balakacida memiliki potensi besar sebagai kandidat dalam pengembangan obat herbal modern, terutama untuk infeksi kulit, luka bakar ringan, hingga pengobatan penyakit gastrointestinal.
Balakacida adalah contoh nyata bahwa alam menyediakan solusi alami yang luar biasa bagi kesehatan. Dari tanaman liar yang dianggap gulma, kini Balakacida menjelma menjadi obat herbal serbaguna yang potensinya belum sepenuhnya tergali.
Kini saatnya kita melihat kembali kekayaan hayati lokal, dan mulai menggali manfaatnya baik untuk pengobatan keluarga maupun untuk pengembangan produk kesehatan alami yang berkelanjutan.









