Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas: Nasaruddin Umar Tegaskan Doa sebagai Perekat Persatuan Bangsa

oleh -9 Dilihat
oleh
Malam itu Monas dipenuhi harap. Doa lintas agama berkumandang sebuah pengingat bahwa persatuan hanya kuat jika disertai akhlak dan kerja bersama untuk kemajuan.-Foto: Istimewa/Klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Suasana khidmat menyelimuti Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu malam (1/8/2026) saat lebih dari 100.000 jemaah berkumpul mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan, pembuka rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan lintas agama ini dimaksudkan untuk merefleksikan perjuangan kemerdekaan sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Acara yang dihadiri pejabat negara, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan warga sipil itu menampilkan doa bergantian dari enam tokoh lintas iman. Peserta khusyuk mengikuti setiap rangkaian zikir dan doa yang berlangsung hingga malam, ditambah pembacaan doa bersama serta refleksi singkat tentang makna kemerdekaan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang hadir memberikan sambutan, menyatakan bahwa zikir dan doa memiliki peran strategis dalam mengokohkan nilai kebangsaan. “Zikir dan doa kebangsaan adalah wujud ikhtiar spiritual bangsa. Indonesia yang majemuk perlu diperkuat oleh keluhuran akhlak, toleransi, dan doa bersama,” kata Nasaruddin. Ia menegaskan pula bahwa kekuatan doa harus diiringi tindakan nyata: kerja keras, gotong royong, dan saling menghormati antarwarga.

Para pemimpin agama memohon agar Republik Indonesia dianugerahi kedamaian, persatuan, dan keteguhan dalam mewujudkan cita-cita nasional. Doa-doa juga mencakup harapan untuk kesejahteraan sosial, keselamatan bangsa, serta penguatan solidaritas dari Sabang hingga Merauke.

Panitia menyatakan penyelenggaraan berlangsung tertib dan aman dengan pengaturan lalu lintas, evakuasi, dan protokol keamanan yang baik. Penutup acara mengusung pesan persatuan sebagai inti peringatan HUT ke-81, diharapkan menjadi momentum untuk menerjemahkan doa menjadi aksi nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.