Warga Patungan Tambal Jalan Provinsi 7 KM, Edwar Samsi: Saat Rakyat Bergerak, Di Mana Respons Pemprov?

oleh -65 Dilihat
oleh
Ilustrasi:Warga Kabawetan bergotong royong menambal jalan provinsi 7 km dengan dana patungan. Aksi viral itu mempertanyakan respons Pemprov Bengkulu terhadap infrastruktur vital warga.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Kelangkaan perbaikan infrastruktur memaksa warga Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, mengambil langkah tak biasa: bergotong royong menambal ruas jalan provinsi yang berlubang sepanjang sekitar 7 kilometer, dari Bogor Baru hingga Desa Tangsi Duren. Perbaikan darurat itu dibiayai patungan warga, termasuk sumbangan pedagang sayur dan masyarakat setempat.

Aksi gotong royong yang berlangsung pada Senin (27/7/2026) itu langsung viral di media sosial. Video dan foto menunjukkan puluhan warga bekerja menimbun lubang dengan material seadanya, sementara lalu lintas tersendat karena kondisi jalan dan pengerjaan. Ribuan warganet memuji semangat solidaritas, namun banyak pula yang mempertanyakan lambatnya penanganan resmi terhadap jalan yang menjadi wewenang Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Kabupaten Kepahiang, Edwar Samsi, S.IP., M.M., mengatakan pihaknya prihatin karena masyarakat terpaksa mengeluarkan biaya sendiri untuk memperbaiki jalan yang mereka pakai setiap hari. “Kami mendapat kabar masyarakat bergotong royong memperbaiki jalan tersebut. Mereka mengumpulkan anggaran secara swadaya, termasuk sumbangan dari pedagang dan warga. Kegiatan awalnya dijadwalkan Kamis, namun karena ada kunjungan menteri, dilaksanakan hari Senin,” ujar Edwar kepada redaksi, Senin (27/7/2026).

Edwar mengaku belum turun langsung ke lokasi, namun telah ikut membantu secara finansial dan mengupayakan perhatian pemerintah provinsi. Menurutnya, kondisi jalan di Kabawetan sudah berkali-kali dilaporkan ke pihak terkait. “Kami sangat menyesalkan karena Pemerintah Provinsi dinilai kurang memperhatikan persoalan ini. Jalan ini vital untuk distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga,” kata Edwar tegas.

Politisi tersebut menyebutkan pihaknya telah menyampaikan rencana gotong royong kepada Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu. Awalnya ada pembicaraan kemungkinan bantuan material dari Dinas PUPR, namun hingga kini janji itu belum jelas realisasinya. “Kadis PUPR sempat mengatakan bisa membantu material, sementara pengerjaan dilakukan masyarakat. Namun sampai hari ini belum ada cerita selanjutnya,” tambah Edwar dengan nada kecewa.

Kepala desa dan warga berharap Pemprov segera melakukan perbaikan permanen dan menjelaskan mekanisme anggaran serta jadwal pengerjaan. Warga mempertanyakan: jika rakyat bergerak untuk memperbaiki fasilitas yang menjadi tanggung jawab negara, lama-kelamaan siapa yang akan bertanggung jawab atas standar dan keselamatan jalan?

Sampai berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Provinsi Bengkulu belum memberikan konfirmasi resmi terkait ketersediaan material maupun rencana perbaikan menyeluruh untuk ruas jalan di Kabawetan. Publik menanti langkah nyata pemerintah provinsi agar warga tidak lagi perlu menambal jalan dengan dana patungan.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.