Viral! Kisah Cinta Tulus Sai’un dan Fitri di Bengkulu Tengah: Menyatukan Hati Meski Terpaut 43 Tahun

oleh -439 Dilihat
oleh
Kisah cinta Sai’un (70) dan Fitri (27) dari Bengkulu Tengah viral. Meski terpaut 43 tahun, keduanya bersatu karena cinta tulus tanpa syarat. Cinta sejati tak kenal usia.( Poto : alk)

KLIKINFOBERITA.COM, – Sebuah kisah cinta menyentuh hati datang dari Desa Padang Tambak, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah. Pernikahan antara Sai’un (70) dan Bunga Fitri (27) menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah keduanya resmi menjadi pasangan suami istri pada Sabtu, 2 Agustus 2025. Meski terpaut usia 43 tahun, cinta dan ketulusan menjadi fondasi utama hubungan mereka.

Pernikahan unik ini tidak hanya viral karena perbedaan usia yang mencolok, tetapi juga karena nilai-nilai cinta sejati yang ditunjukkan oleh kedua mempelai. Sai’un, seorang pria lanjut usia yang dikenal sederhana, melamar Fitri dengan mahar berupa seperangkat alat salat, uang tunai Rp5 juta, dan 1 gram emas—yang diterima dengan penuh keikhlasan oleh keluarga mempelai wanita.

Dalam wawancara bersama tim redaksi Rakyat Benteng, Sai’un mengungkapkan bahwa dirinya baru mengenal Fitri selama kurang lebih dua minggu sebelum memutuskan untuk menikahinya. Namun, menurutnya, waktu bukanlah ukuran jika cinta sudah menyatu.

“Saya sangat mencintai dan menyayangi istri saya Fitri. Walau baru kenal dua minggu, kami saling mencintai, dan karena itu saya langsung melamarnya,” tutur Sai’un, Minggu (2/8/2025).

Ia menambahkan bahwa pernikahan mereka didasari oleh ketulusan dan penerimaan apa adanya. Baginya, cinta tak memandang usia maupun kondisi fisik. “Kami ingin hidup bersama dalam kedamaian, rukun, dan bahagia sampai akhir hayat,” tambahnya.

Fitri, sang mempelai wanita, juga buka suara. Ia mengaku bahwa keputusannya untuk menikahi Sai’un sepenuhnya datang dari hati, tanpa paksaan atau pengaruh negatif apa pun.

“Kami saling mencintai dan menyayangi. Tidak ada paksaan. Saya hanya ingin dicintai dan diterima apa adanya,” ungkap Fitri.

Fitri juga menceritakan bahwa dirinya memiliki keterbatasan sejak kecil—baik secara fisik, mental, maupun dalam berkomunikasi. Namun, justru karena itu, ia merasa lebih menghargai cinta yang tulus dan tidak bersyarat.

“Saya sadar dengan kekurangan saya. Maka dari itu, saya tidak mencari pasangan yang sempurna. Saya hanya ingin seseorang yang bisa mencintai saya dengan sepenuh hati, menghargai, dan menerima saya serta keluarga saya,” imbuhnya.

Fitri menegaskan bahwa pilihannya pada Sai’un bukan karena alasan ekonomi ataupun keputusasaan, melainkan murni karena rasa aman dan tulus yang ia rasakan dari sang suami.

“Daripada menunggu seseorang yang belum pasti dan berujung pada ketidakbahagiaan, saya memilih pasangan yang benar-benar tulus. Saya yakin ini jalan terbaik untuk hidup saya,” tutupnya.

Kisah Sai’un dan Fitri menjadi pengingat bahwa cinta sejati tidak mengenal usia, latar belakang, ataupun kondisi fisik. Di tengah zaman yang seringkali menilai cinta dari penampilan luar dan status sosial, pasangan ini justru hadir sebagai bukti bahwa cinta yang tulus masih ada.

Pernikahan mereka bukan sekadar cerita viral, tetapi sebuah pelajaran tentang penerimaan, ketulusan, dan keberanian untuk memilih kebahagiaan versi sendiri.(alk)

 

 

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.