Upaya Bengkulu Tingkatkan PAD Melalui Optimalisasi Pajak Air Permukaan di Sektor Perkebunan

oleh -18 Dilihat
oleh
Wakil Gubernur Mian memimpin studi tiru ke Bapenda Sumbar, mempelajari pemetaan wajib pajak dan GIS untuk optimalisasi Pajak Air Permukaan dari perkebunan sawit demi peningkatan PAD Bengkulu.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, melakukan kunjungan studi tiru ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Barat pada Kamis (5/6). Tujuannya adalah untuk mempercepat pengoptimalan penerimaan Pajak Air Permukaan (PAP) dari sektor kelapa sawit. Kunjungan ini berfokus pada persiapan penerapan pajak di Bengkulu guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Mian yang memimpin rombongan Bapenda Provinsi Bengkulu, diterima dengan baik oleh pejabat Bapenda Sumatera Barat. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak saling berbagi pengalaman terbaik, mekanisme pengelolaan administrasi, serta strategi pengawasan terkait pemetaan wajib pajak dan penghitungan volume air permukaan yang dikenakan pajak.

Mian mengungkapkan bahwa potensi sektor kelapa sawit dalam meningkatkan penerimaan daerah sangat signifikan, sehingga diperlukan pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan. “Pemprov Bengkulu perlu terus berinovasi untuk menggali sumber-sumber pendapatan daerah, khususnya dari sektor kelapa sawit yang berkontribusi besar terhadap ekonomi,” ujarnya.

Wakil Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor usaha  yang dia sebut sebagai tiga pilar  dalam menjalankan kebijakan pajak, tetap menjaga kelangsungan aktivitas ekonomi, dan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan di lapangan perlu mempertimbangkan keadilan serta dampaknya terhadap petani dan pekerja kebun.

Di sisi teknis, Bapenda Sumbar menjelaskan langkah-langkah yang telah dilaksanakan, seperti pembaruan data wajib pajak, aplikasi sistem informasi geografis (GIS) untuk memetakan lokasi dan luas kebun, serta penerapan mekanisme verifikasi di lapangan. Langkah-langkah ini diharapkan meningkatkan kepatuhan dan mengurangi kebocoran dalam pendapatan.

Bapenda Bengkulu berencana untuk mengadopsi beberapa praktik tersebut, dengan penyesuaian pada kondisi regulasi dan karakteristik industri kelapa sawit di daerahnya. Rencana tindak lanjut meliputi pembentukan tim teknis, pengambilan data acak wajib pajak, sosialisasi kepada pelaku usaha, serta kajian tentang dampak ekonomi dan lingkungan sebelum menerapkan pajak di tingkat yang lebih luas.

Kunjungan studi tiru ini diharapkan dapat mempercepat langkah Bengkulu dalam meningkatkan PAD melalui penerapan Pajak Air Permukaan yang efektif, adil, dan berkelanjutan, sambil tetap mempertahankan stabilitas sektor perkebunan.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.