Ubi Ungu: Si Lezat dan Bergizi yang Kini Populer

oleh -28 Dilihat
oleh
Ubi ungu Ayamurasaki: warna antosianin, nutrisi melimpah, dan pasar menguat. Petani di Gunung Salak kebanjiran pesanan, komoditas lokal jadi andalan baru.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Komoditas pangan lokal kini kembali mendapat perhatian. Bukan beras atau gandum, melainkan ubi ungu (Ipomoea batatas var. Ayamurasaki). Dalam beberapa bulan terakhir, permintaan ubi ungu meningkat pesat, berkat kesadaran masyarakat akan pola makan sehat dan tren makanan bersih.

Para petani di lereng Gunung Salak, contohnya, merasa kesulitan untuk memenuhi pesanan dari kota-kota besar. “Dulu ubi ungu dianggap hanya sebagai pelengkap, kini menjadi bintang utama. Harganya stabil di antara Rp 12. 000 sampai Rp 18. 000 per kilogram, bahkan bisa mencapai Rp 25. 000 untuk kualitas terbaik,” kata H. Umar, ketua kelompok tani Sumber Makmur, ketika dijumpai di ladang panennya, Minggu (7/6).

Lalu, apa yang membuat ubi ungu sangat istimewa?

Menurut dr. Ayu Lestari, ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada, keistimewaan ubi ungu terletak pada warna ungunya yang intens. “Warna tersebut berasal dari antosianin, yang merupakan antioksidan tinggi yang bisa melawan radikal bebas, menjaga kesehatan mata, serta menstabilkan kadar gula darah berkat indeks glikemiknya yang rendah,” tuturnya. Selain itu, ubi ungu juga mengandung banyak serat dan vitamin A.

Popularitas ubi ungu juga mulai merambah dunia kuliner dan produk olahan. Di Bandung dan Surabaya, banyak kafe modern yang menyajikan ubi ungu dalam bentuk ubi latte ungu, smoothie bowl, hingga brownies gluten-free. Produk camilan seperti keripik ubi ungu dan stik keju ubi ungu pun mulai banyak tersedia di pusat oleh-oleh.

“Ini adalah kesempatan besar untuk mengurangi ketergantungan pada gandum impor. Tepung dari ubi ungu bisa jadi pengganti tepung terigu untuk adonan kue kering dan mi basah,” jelas Lilis, pemilik usaha camilan sehat di Malang.

Menyadari potensinya, Kementerian Pertanian juga mendorong diversifikasi pangan berbasis umbi-umbian. “Ubi ungu lebih dari sekadar alternatif makanan, tetapi merupakan pangan unggulan masa depan yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” tegas juru bicara Kementan.

Dengan berbagai manfaat dan peluang bisnis yang ditawarkannya, ubi ungu seolah mengajak kita untuk kembali mengenali kekayaan pangan di Nusantara. Kini saatnya masyarakat ikut berkontribusi dalam pengembangannya—mulai dari menanam di pekarangan hingga mengolahnya menjadi produk inovatif. Ubi ungu kini bukan lagi makanan pinggiran, tetapi adalah bintang baru dalam dunia pangan sehat di Indonesia.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.