Tony Elfian: Digitalisasi Kunci Transparansi dan Peningkatan PAD

oleh -33 Dilihat
oleh
Plh Sekda Tony Elfian dan Kepala Bapenda Nony Yuliesty memimpin rapat Capacity Building di Sekretariat Daerah, Senin (29/6/2026), membahas percepatan digitalisasi penerimaan daerah untuk optimalkan PAD.-Foto : s.man/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Pemerintah Kota Bengkulu menggelar rapat Capacity Building untuk mempercepat digitalisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Ruang Hidayah II, Sekretariat Daerah Kota Bengkulu, Senin (29/6/2026). Pertemuan ini dimaksudkan memperkuat sinergi antarperangkat daerah dan mengoptimalkan potensi penerimaan daerah melalui pemanfaatan teknologi.

Rapat dipimpin Plh Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Tony Elfian dan dihadiri Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Nony Yuliesty, Staf Ahli Bidang SDM Eddy Aprianto, perwakilan Bank Bengkulu, serta para kepala OPD, camat, dan lurah. Hadirnya berbagai unsur pemerintahan ini untuk menyusun langkah konkret dalam meningkatkan PAD secara berkelanjutan.

Tony Elfian menegaskan pentingnya transformasi digital sebagai tulang punggung pengelolaan penerimaan daerah. “Digitalisasi bukan sekadar mengganti cara lama; ini upaya sistematis untuk meningkatkan transparansi, mempercepat proses administrasi, dan menutup kebocoran penerimaan,” kata Tony. Ia menambahkan, percepatan digitalisasi harus diiringi pelatihan kapasitas sumber daya manusia di seluruh tingkatan agar implementasi berjalan efektif.

Kepala Bapenda Nony Yuliesty menyatakan dukungannya terhadap strategi yang menggabungkan teknologi dan penguatan basis data objek pajak serta retribusi. “Kita fokus memperbaiki data, menyempurnakan basis objek pajak, dan menerapkan sistem pembayaran digital yang memudahkan wajib pajak. Dengan langkah ini, target PAD akan lebih realistis dan pencapaiannya lebih akuntabel,” ujar Nony.

Diskusi dalam rapat meliputi identifikasi objek potensial PAD yang belum optimal, penyusunan roadmap digitalisasi, integrasi sistem dengan perbankan daerah, dan kebutuhan pelatihan bagi petugas lapangan. Selain itu dibahas mekanisme monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan target tercapai.

Para peserta sepakat menyusun tahapan implementasi mulai pilot project hingga skala penuh, dengan target peningkatan penerimaan dan kualitas layanan publik. Pemerintah Kota Bengkulu berharap langkah ini tidak hanya menambah PAD, tetapi juga memperbaiki akuntabilitas dan pelayanan kepada masyarakat.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.