Sekda Bengkulu Tengah Resmikan Musrenbang Pematang Tiga 2026: Fokus Usulan Infrastruktur, Pertanian, dan Digitalisasi Desa

oleh -3 Dilihat
oleh
Sekda Bengkulu Tengah, Drs. Tomi Marisi, M.Si., resmikan Musrenbang Pematang Tiga 2026. Usulan jalan, pertanian, digitalisasi desa jadi sorotan utama.-Foto : Dedi/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM,-Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Pematang Tiga tahun 2026 resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkulu Tengah, Drs. Tomi Marisi, M.Si. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Pematang Tiga pada Selasa (4/2/2026) ini mengusung tema “Digitalisasi Pelayanan Publik dan Optimalisasi Kualitas Sektor Strategis Daerah”.

Forum ini diikuti secara meriah oleh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Direktur PDAM, Camat Pematang Tiga, seluruh Kepala Desa se-kecamatan, serta tokoh masyarakat. Musrenbang menjadi ajang strategis bagi pemerintah desa dan warga untuk menyuarakan aspirasi pembangunan secara bottom-up, yang kemudian diselaraskan dengan kebijakan pemerintah (top-down) dan analisis teknokratik.

Dalam sambutannya, Sekda Tomi Marisi menekankan urgensi kolaborasi lintas pihak. “Kami mengajak seluruh pelaku pembangunan hadir memberikan sumbangsih pemikiran terbaik. Melalui Musrenbang ini, aspirasi masyarakat harus diakomodasi penuh, disinkronkan dengan program daerah, agar lahir rencana pembangunan yang komprehensif dan tepat sasaran,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kunci sukses pembangunan: sinergi antarprogram di setiap tingkat pemerintahan. “Sinkronisasi ini krusial untuk mengoptimalkan potensi wilayah. Kita harus jawab prioritas 2027, seperti peningkatan infrastruktur, penguatan sektor unggulan, dan transformasi digital, demi kesejahteraan masyarakat,” lanjut Sekda.

Usulan Unggulan Musrenbang: Fokus Strategis untuk 2027

Puncak Musrenbang terletak pada usulan-usulan prioritas dari desa dan masyarakat Kecamatan Pematang Tiga. Berikut poin-poin utama yang mendominasi diskusi, dirancang untuk mendukung tema digitalisasi dan optimalisasi sektor strategis:

Peningkatan Infrastruktur Jalan: Usulan terbanyak menargetkan perbaikan dan pelebaran jalan antardesa, termasuk jembatan gantung di Dusun Baru dan aspal ulang di Korong Tigo Balai. Total panjang jalan yang diusulkan mencapai 25 kilometer, untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan akses layanan kesehatan.

Pengembangan Sektor Pertanian: Prioritas diberikan pada irigasi teknis di lahan sawah seluas 150 hektare, penyediaan pupuk subsidi, dan pelatihan petani modern. Khususnya, program bibit unggul padi dan hortikultura di Desa, diharapkan tingkatkan produksi hingga 20% tahun depan.

Integrasi Sistem Digital Desa: Usulan inovatif mencakup pengembangan aplikasi pelayanan desa berbasis digital, seperti e-KTP online dan pengaduan masyarakat via WhatsApp resmi. Ini melibatkan 12 desa untuk percepatan administrasi, termasuk koneksi internet gratis di balai desa guna dukung pendidikan daring.

Usulan lain yang patut dicatat meliputi pemberdayaan UMKM melalui pasar digital, rehabilitasi Posyandu, dan pengelolaan sampah berbasis komunitas. Total usulan mencapai 47 poin, dengan 70% difokuskan pada infrastruktur dan ekonomi lokal.

Sekda Tomi menutup acara dengan optimisme. “Usulan ini akan kami serap ke Musrenbang tingkat kabupaten. Bersama, kita wujudkan Bengkulu Tengah yang maju, adil, dan berbasis teknologi,” pungkasnya.

Musrenbang ini tak hanya forum perencanaan, tapi momentum nyata transformasi. Dengan dukungan semua pihak, visi 2027 kian terang.

 

 

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.