Realisasi Investasi Semester I-2026 Capai Rp1.010,6 Triliun, Serap 1,45 Juta Tenaga Kerja

oleh -35 Dilihat
oleh
Menteri Investasi Danantara R. Roeslani menjelaskan capaian investasi semester I-2026 Rp1.010,6 triliun yang menyerap 1,45 juta pekerja, tanda kepercayaan investor terhadap Indonesia.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Realisasi investasi di Indonesia pada semester I tahun 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau 49,5 persen dari target nasional sebesar Rp2.041,3 triliun. Data tersebut disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Perkasa Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Rosan merinci bahwa kontribusi penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp502,9 triliun atau sekitar 49,8 persen dari total realisasi. Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp507,6 triliun. “Keseimbangan kontribusi PMDN dan PMA menunjukkan kepercayaan kuat pada prospek ekonomi domestik sekaligus menariknya peluang investasi luar negeri,” ujar Rosan.

Menurut Rosan, realisasi investasi tersebut menyerap 1.448.862 tenaga kerja, meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Pertumbuhan penyerapan tenaga kerja ini mempertegas dampak positif investasi terhadap penciptaan lapangan kerja dan pemulihan ekonomi,” katanya.

Dari sisi geografis, DKI Jakarta masih menempati posisi teratas sebagai provinsi dengan realisasi investasi terbesar secara nasional. Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Banten. Sektor industri juga menunjukkan pola konsentrasi; industri logam dasar, barang logam bukan mesin, dan peralatannya menempati urutan pertama dengan nilai investasi Rp150,4 triliun atau 14,9 persen dari total realisasi.

Rosan menilai komitmen jangka panjang para investor terhadap Indonesia tetap kuat, terutama dari negara-negara mitra utama. “Investor melihat bahwa iklim investasi kita semakin kondusif, dengan regulasi yang memberi kepastian dan insentif yang tepat. Pemerintah terus memperkuat kebijakan yang mendukung stabilitas dan kelancaran investasi,” ungkapnya.

Pemerintah, lanjut Rosan, akan melanjutkan upaya memperbaiki kemudahan berusaha, mempercepat perizinan, dan meningkatkan kualitas infrastruktur untuk menarik investasi bernilai tambah. Ia juga menekankan pentingnya sinergi pusat-daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan proyek investasi demi manfaat ekonomi yang merata.

Dengan capaian ini, pemerintah optimistis realisasi investasi tahun 2026 dapat mendekati atau memenuhi target nasional jika momentum perbaikan iklim investasi dan akselerasi proyek terus berlanjut.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.