KLIKINFOBERITA.COM,- Presiden RI Prabowo Subianto memantau panen raya tebu di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7), dan menggelar dialog langsung dengan ratusan petani untuk menyerap aspirasi serta kondisi nyata di lapangan. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda pemerintahan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Di lokasi panen, suasana hangat terlihat saat Presiden berjalan menyusuri barisan tebu, berdiskusi dengan petani, serta mengunjungi mesin perontok tebu dan fasilitas pengolahan setempat. Petani menyatakan kegembiraan atas kunjungan tersebut dan berharap perhatian pemerintah disertai aksi yang berkelanjutan.
“Kehadiran Bapak Presiden memberikan semangat baru bagi kami. Kami berharap ada bantuan yang lebih nyambung dengan kebutuhan di lapangan, seperti alat mesin pertanian, akses modal, dan jaminan pasar,” ujar Agus (45), petani tebu dari Kecamatan Poncokusumo.
Menanggapi aspirasi itu, Presiden Prabowo mengatakan pemerintah akan memperkuat program yang memudahkan petani memperoleh modal, teknologi, dan jaminan harga. “Petani adalah garda terdepan ketahanan pangan. Pemerintah wajib hadir memberi akses modal yang mudah, teknologi yang tepat guna, dan kepastian pasar agar hasil tani memberi manfaat ekonomi yang nyata,” kata Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah juga, menurut Presiden, akan memperkuat sinergi dengan pelaku industri gula dan pengolahan untuk memastikan rantai pasok berjalan efisien dan tidak merugikan petani. “Kita akan perkuat kemitraan antara petani, koperasi, dan pabrik gula sehingga nilai tambahnya sampai ke tangan petani,” ujarnya.
Kunjungan ini terjadi di tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi tebu nasional untuk memenuhi kebutuhan gula dan bahan baku industri. Menurut data Balai Besar Perbenihan dan Litbang, produksi tebu di Jawa Timur menyumbang porsi signifikan bagi pasokan nasional, meskipun tantangan seperti permodalan, akses teknologi, dan perubahan iklim masih menjadi hambatan.
Para petani meminta program bantuan yang lebih cepat dan tepat sasaran, serta pelatihan penggunaan alat modern. Mereka juga menyorot perlunya kepastian harga agar tidak terjerumus pada praktik tawar-menawar yang merugikan saat panen raya tiba.
Kepala Dinas Pertanian setempat menyatakan akan merekap usulan petani dan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mempercepat realisasi program. “Aspirasi petani hari ini akan kami tindaklanjuti dalam bentuk program teknis dan alokasi bantuan,” kata Kepala Dinas.
Kunjungan Presiden ke Malang ditutup dengan peninjauan fasilitas pasca-panen dan foto bersama petani. Para petani berharap janji-janji itu segera diterjemahkan ke kebijakan yang bisa dirasakan di ladang.







