Presiden Prabowo Terima Laporan DEN: Survei MBG Tunjukkan Dampak Positif bagi UMKM

oleh -83 Dilihat
oleh
Presiden Prabowo menerima laporan DEN tentang survei MBG. Program dinilai meningkatkan gizi anak, menyerap tenaga lokal, dan membuka pasar baru bagi UMKM di 800 SPPG se-Indonesia.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Presiden Joko Widodo Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan beserta anggotanya di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Selasa (9/6/2026). Dalam pertemuan ini, DEN menyerahkan hasil survei independen yang mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menunjukkan dampak positif terhadap kecukupan gizi anak dan mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sekretaris DEN, Septian Hario Seto, menjelaskan bahwa survei tersebut didanai oleh DEN dan dilakukan secara independen dengan pengambilan sampel acak di 800 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. “Survei ini mengungkapkan beberapa hasil utama yang sangat menggembirakan untuk perekonomian setempat dan ketahanan pangan,” ungkap Septian.

Temuan pertama menunjukkan bahwa 86,9 persen SPPG sudah menjalin kerjasama dengan setidaknya satu pemasok kecil lokal, yang umumnya adalah UMKM di sekitar tempat layanan. Kerja sama ini, menurut survei, membuka peluang pasar baru bagi produsen makanan bergizi berskala kecil dan meningkatkan nilai tambah dalam rantai pasokan lokal.

Angka kedua menyoroti peningkatan penyerapan tenaga kerja dari masyarakat lokal. Hampir seluruh kegiatan operasional SPPG memanfaatkan jasa serta tenaga kerja dari warga setempat, mulai dari produksinya hingga distribusi dan pelayanan. Dampak ini diperkirakan memperkuat sektor pekerjaan non-formal dan meningkatkan pendapatan keluarga di daerah pelaksanaan program.

Di samping laporan tentang MBG, DEN juga menginformasikan tentang kondisi ekonomi nasional yang terkini. Anggota DEN, Firman Hidayat, menekankan bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih kuat dan lebih baik dibandingkan saat krisis tahun 1998. Beberapa indikator makro, menurut Firman, menunjukkan ketahanan ekonomi yang stabil, didukung oleh kinerja perusahaan serta kondisi sektor perbankan yang sehat.

Luhut juga melaporkan kemajuan transformasi digital dalam pemerintahan. Sekitar 80 persen sistem GovTech dilaporkan telah terhubung, sebuah langkah yang dinilai sebagai dasar menuju pemerintahan modern berbasis data. Luhut menjelaskan bahwa konektivitas ini dapat mempercepat pelayanan publik dan mendukung transparansi serta efisiensi dalam pelaksanaan program-program sosial, termasuk MBG.

Pertemuan di Istana ini menegaskan adanya sinergi antara kebijakan sosial dan agenda ekonomi guna mendorong pemulihan serta inklusi ekonomi di tingkat lokal.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.