KLIKINFOBERITA.COM,- Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis nasional dengan menyiapkan revitalisasi besar-besaran kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, serta pembangunan layanan kereta api di Bali. Dua proyek tersebut diarahkan menjadi wajah baru fasilitas publik sekaligus simbol kemajuan dan kebanggaan Indonesia.
Arahan itu disampaikan Presiden Prabowo saat menerima Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Revitalisasi Monas menjadi salah satu prioritas utama. Pemerintah ingin menjadikan kawasan bersejarah tersebut lebih tertata, nyaman, modern, dan memiliki daya tarik lebih kuat sebagai pusat sejarah, edukasi, wisata, serta rekreasi masyarakat.
Penataan itu akan terintegrasi dengan revitalisasi Stasiun Gambir yang selama ini menjadi salah satu simpul transportasi penting di Jakarta. Stasiun tersebut diarahkan berkembang menjadi pusat layanan transportasi nasional sekaligus kawasan hiburan dan rekreasi keluarga di jantung ibu kota.
Tak berhenti di situ, Presiden Prabowo juga mendorong pembangunan Museum Agung Nasional atau Grand National Museum di kawasan Monas. Museum berskala besar ini diproyeksikan menjadi pusat sejarah dan pendidikan nasional, sekaligus ruang pembelajaran yang menarik bagi pelajar dan generasi muda.
Presiden menginginkan seluruh pengembangan tersebut tidak sekadar menghasilkan bangunan baru, tetapi menghadirkan kawasan publik yang menjadi kebanggaan bangsa.
“Presiden berkeinginan agar revitalisasi kawasan Monas, Stasiun Gambir, pembangunan Grand Museum, serta pengembangan layanan kereta api di Bali tidak hanya menghadirkan fasilitas publik yang lebih baik, tapi juga menjadi nation pride atau kebanggaan nasional,” ujarnya.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan, pembenahan Monas dan Stasiun Gambir akan diarahkan sebagai satu kawasan terpadu. Penataan juga mencakup Taman Monas serta penguatan konektivitas dengan moda transportasi lainnya, termasuk MRT Jakarta.
Revitalisasi tersebut direncanakan berlangsung dalam dua tahap dengan target pengerjaan sekitar dua tahun.
Di luar Jakarta, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian serius terhadap pembangunan layanan kereta api di Bali. Proyek ini ditargetkan memperkuat konektivitas kawasan wisata sekaligus menjadi solusi transportasi di tengah tingginya mobilitas wisatawan.
Pada tahap awal, jalur kereta direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah destinasi unggulan, mulai dari Kuta, Legian, Seminyak, hingga Canggu, serta pengembangan menuju kawasan utara Bali.
Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa rencana tersebut telah dibahas bersama Presiden. KAI memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan tahap awal mencapai lebih dari Rp2 triliun, dengan pengerjaan yang direncanakan secara bertahap.
“Kami sampaikan program pembangunan untuk kereta di Bali. Layanan kereta api di Bali, fase satunya adalah dari Ngurah Rai ke utara, ke Kuta, Legian, kemudian Seminyak, dan ujungnya di Canggu,” ujar Bobby.
Kehadiran kereta api di Bali diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas, mempercepat perjalanan wisatawan, serta memberikan pilihan transportasi publik yang lebih efisien dan terintegrasi.
Dua agenda pembangunan tersebut memperlihatkan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat infrastruktur, mempercantik ruang publik, dan meningkatkan kualitas transportasi nasional.
Revitalisasi Monas dan pembangunan kereta api Bali bukan sekadar proyek fisik. Pemerintah menargetkan keduanya menjadi simbol kemajuan Indonesia, memperkuat daya tarik pariwisata, serta menghadirkan fasilitas publik berkelas yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.(Ansori)







