PPP Mengeluarkan Peringatan Tegas: Pemerintah Bengkulu Tengah Dinilai Mengabaikan Partai

oleh -95 Dilihat
oleh
Dedi Rosadi: Jangan remehkan PPP. Ketidakhadiran pemda pada Muscab IV jadi sinyal salah kami kuat, berakar, dan siap memengaruhi arah politik Bengkulu Tengah ke depan.-Foto : Dedy/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM,- Pernyataan tegas dan peringatan keras datang dari Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bengkulu, Dedi Rosadi, saat memberikan sambutan pada Musyawarah Cabang (Muscab) IV yang berlangsung di Desa Kancing, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, pada Kamis (21/5/2026). Ucapannya berubah menjadi kritik yang tajam karena tidak ada perwakilan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah yang hadir dalam acara penting ini, walaupun undangan resmi telah disebarluaskan sebelumnya.

Dedi Rosadi mengungkapkan kekecewaannya dan melihat absennya pemerintah daerah sebagai indikasi ketidakpatutan serta sikap meremehkan keberadaan PPP di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa partai yang bermarkas di bawah lambang Ka’bah tidak akan lagi membiarkan dirinya dipandang sebelah mata atau dianggap sebagai partai kecil tanpa pengaruh yang berarti. Pernyataan tegas ini disampaikannya dengan lugas di depan semua kader dan pengurus yang hadir.

“Kami tidak ingin lagi dianggap sebagai partai minor, sampai-sampai saat kami mengundang pemerintah daerah, mereka pun enggan hadir dalam acara Muscab IV ini. Jangan remehkan PPP, tunggu dan simak bagaimana kekuatan serta peran strategis Partai Persatuan Pembangunan akan mempengaruhi arah politik daerah ini ke depan,” jelas Dedi Rosadi dengan suara lantang dan penuh penekanan.

Dedi menyatakan bahwa ketidakhadiran pihak pemda bukan sekadar kelemahan biasa, melainkan sebuah sinyal yang salah terhadap usaha-usaha keras yang telah dilakukan oleh kader di tingkat akar rumput. Ia mengingatkan bahwa PPP memiliki sejarah yang panjang dengan basis dukungan yang solid di Bengkulu Tengah, yang selama ini juga berperan dalam membangun daerah melalui kontribusi di sektor legislatif dan eksekutif.

Selanjutnya, Dedi Rosadi menegaskan bahwa insiden ini akan menjadi catatan penting dalam hubungan antara partai politik dan pemerintah daerah. Ia berharap situasi serupa tidak akan terulang di masa depan, karena PPP merupakan mitra strategis dalam pembangunan yang perlu dihargai keberadaannya. Sikap acuh tak acuh semacam ini, menurutnya, akan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh kader untuk semakin memperkuat langkah dan menunjukkan bahwa peran PPP sangat penting dalam peta politik di Bengkulu Tengah.

Kader yang hadir pun menunjukkan dukungan terhadap pernyataan tersebut dengan sorakan penuh semangat, seolah membuktikan bahwa semangat juang PPP justru semakin berkobar dalam kondisi yang dianggap tidak menghargai ini. Dedi berjanji bahwa kekecewaan ini akan dimanfaatkan sebagai motivasi untuk memperkuat kekuatan terbaik partai dalam menghadapi tantangan politik mendatang, sekaligus membuktikan bahwa PPP tetap menjadi kekuatan utama yang tidak bisa diabaikan oleh siapa pun, termasuk oleh pemerintah daerah.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.