KLIKIFOBERITA.COM,-Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah mengadakan Rapat Koordinasi Forkopimda di Ruang Rapat Bupati pada Senin (4/5/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk membahas pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) demi menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S. T. , M. AP. , menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran tertentu. Saat ini, 10,5 ton beras sudah siap dan disimpan di gudang Bulog sebagai langkah awal untuk mengantisipasi krisis.
“Kami telah merencanakan rapat rutin bulanan dengan Forkopimda untuk mengawasi kemajuannya. CBP ini merupakan alat penting untuk memastikan ketahanan pangan di Bengkulu Tengah,” ujarnya.
Penggunaan beras tidak bisa sembarangan. Penyaluran harus melalui prosedur dan mendapatkan persetujuan dari Forkopimda, khususnya dalam situasi darurat seperti bencana alam, kebutuhan spesifik desa, atau saat inflasi meningkat.
“Ada kriteria yang jelas. Beras disimpan untuk membantu bencana, kebutuhan desa tertentu, atau ketika inflasi mencapai angka tertentu. Hari ini kami sepakat tentang rincian tersebut, termasuk batas inflasi untuk distribusi,” tambah Bupati.
Secara teknis, Pemkab akan melakukan pengawasan lapangan dengan ketat. Penyaluran dapat dilakukan dalam bentuk bantuan sosial langsung atau operasi pasar untuk menstabilkan harga, tergantung pada situasi nyata dan kapasitas anggaran.








