Permintaan Emas Perhiasan Global Menyusut, Ini Pemicunya

oleh -41 Dilihat
oleh
Harga emas dunia yang terus tinggi membuat permintaan perhiasan global menyusut. Konsumen mulai membeli emas berbobot lebih ringan dan beralih ke batangan serta koin sebagai investasi.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Permintaan emas perhiasan global diperkirakan terus menyusut sepanjang 2026. Tren ini dipicu oleh harga emas dunia yang bertahan di level tinggi, sehingga konsumen tetap membeli perhiasan, tetapi dalam jumlah gram yang lebih sedikit.

Dikutip dari Kitco News, Jumat (11/9/2026), perusahaan riset komoditas asal Inggris, Metals Focus, memproyeksikan konsumsi emas perhiasan global pada 2026 turun lebih dari sepertiga dibandingkan 2023. Penurunan tersebut diperkirakan membawa permintaan emas batangan dan koin melampaui perhiasan untuk pertama kalinya sebagai komponen terbesar permintaan emas dunia.

Analis Metals Focus menyebutkan, harga emas yang tinggi memang meningkatkan nilai jual perhiasan dan mendukung pendapatan penjual. Namun, kondisi tersebut sekaligus menekan permintaan apabila dihitung berdasarkan berat emas yang dibeli.

“Meskipun harga yang tinggi tidak diragukan lagi mendukung nilai jual emas perhiasan dan menguntungkan pendapatan penjualan, tingginya harga tersebut justru menggerus permintaan jika diukur berdasarkan berat murninya,” ungkap analis Metals Focus.

Perbedaan antara nilai dan volume permintaan kini semakin terlihat. Konsumen masih mengalokasikan dana untuk membeli perhiasan emas, tetapi tingginya harga membuat mereka memilih produk dengan bobot lebih ringan, kadar lebih rendah, atau desain yang membutuhkan lebih sedikit material.

Tekanan paling besar terlihat di India dan China, dua pasar emas perhiasan terbesar dunia. Selama paruh pertama 2026, konsumsi emas perhiasan di India turun 17 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, permintaan di China anjlok 30 persen, sedangkan konsumsi di negara-negara lain menyusut 18 persen dibandingkan semester pertama 2025.

Data World Gold Council juga menunjukkan pelemahan serupa. Permintaan emas perhiasan global pada kuartal II 2026 turun 17 persen secara tahunan menjadi 278 ton, level kuartalan terendah sejak pandemi. Di China, permintaan turun 28 persen, sementara India mencatat penurunan 15 persen.

Meski volume pembelian menurun, nilai transaksi justru tetap tinggi karena harga emas mengalami kenaikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa konsumen masih melihat emas sebagai aset berharga, tetapi mulai menyesuaikan cara pembeliannya.

Perubahan perilaku tersebut terutama terjadi di Asia Selatan, Asia Timur, dan Timur Tengah. Di wilayah ini, perhiasan emas secara tradisional tidak hanya digunakan sebagai aksesori, tetapi juga berfungsi sebagai sarana investasi dan penyimpan nilai.

Namun, ketika harga emas meningkat tajam, sebagian konsumen beralih ke emas batangan dan koin. Produk tersebut dinilai memberikan akses lebih langsung terhadap harga emas dengan biaya tambahan yang relatif lebih rendah dibandingkan perhiasan.

Metals Focus memperkirakan pelemahan permintaan perhiasan tidak serta-merta menghentikan tren penguatan harga emas. Sejumlah faktor fundamental masih menopang pasar emas hingga paruh kedua 2026, antara lain pembelian oleh bank sentral, kekhawatiran terhadap pelemahan mata uang, keberlanjutan utang negara, ketidakpastian kebijakan Amerika Serikat, serta meningkatnya kebutuhan diversifikasi portofolio.

Dengan demikian, kenaikan harga emas berpotensi berlanjut. Namun, harga yang semakin tinggi juga menciptakan efek balik dengan menekan permintaan perhiasan, terutama jika diukur berdasarkan berat emas yang terserap.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.