Perkuat Garda Terdepan Kesehatan, 100 Kader Posyandu Bengkulu Tengah Ikuti Jambore Kapasitas Tahun 2026

oleh -37 Dilihat
oleh
Seratus kader Posyandu Bengkulu Tengah mengikuti Jambore 2026. Didampingi Dr. Susilo Damarini Rahmat, mereka memperkuat kapasitas melalui transformasi Posyandu Terpadu 6 SPM demi pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih prima dan holistik.-Foto: red,adv/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Perubahan dalam pelayanan kesehatan dasar di tingkat bawah telah mengalami kemajuan yang signifikan. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, melalui Dinas Kesehatan, secara resmi mengadakan Pertemuan Jambore Kader Posyandu Tingkat Kabupaten di Benteng. Kegiatan penting ini dihadiri oleh seratus kader terpilih dari berbagai daerah, menandakan komitmen kuat pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan masyarakat.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkulu Tengah sekaligus Ketua Pembina Posyandu, Dr. Susilo Damarini Rahmat, S. KM. , M. PH.

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Yusvera, S. ST. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa jambore bukan hanya aktivitas administratif, tetapi juga platform untuk pelatihan intensif, penghargaan, dan pengembangan kapasitas yang sangat diperlukan. Yusvera menegaskan bahwa kader Posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak sistem kesehatan nasional di tingkat desa. Mereka tidak hanya menjalankan tugas rutin, tetapi juga berfungsi sebagai agen perubahan yang memberikan edukasi kesehatan penting bagi keluarga dan komunitas di sekitarnya.

“Melalui Jambore Kader Posyandu ini, kami berharap dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan, serta motivasi para kader sebagai pelopor dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Yusvera dengan semangat. Ia juga menambahkan bahwa pengembangan kapasitas harus berlangsung terus-menerus agar para kader lebih siap menghadapi tantangan di lapangan dan dapat memberikan layanan berkualitas.

Hal yang paling menarik dalam acara ini adalah presentasi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkulu Tengah sekaligus Ketua Pembina Posyandu, Dr. Susilo Damarini Rahmat, S. KM. , M. PH. Beliau memperkenalkan konsep baru “Posyandu 6 SPM”. Ini adalah sejenis transformasi besar sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024.

Dr. Susilo menjelaskan bahwa cara pandang terhadap Posyandu telah berubah. Saat ini, lembaga ini tidak hanya fokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi telah berevolusi menjadi pusat layanan terpadu yang menggabungkan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat desa atau kelurahan. Enam pilar tersebut terdiri dari Kesehatan, Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketentraman dan Ketertiban Umum, serta Perlindungan Masyarakat (Trantiblinmas), dan Sosial. Integrasi ini memastikan bahwa kesejahteraan masyarakat ditangani secara menyeluruh, bukan hanya sebagian.

“Dari Jambore Kader Posyandu Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah berharap dapat membangun semangat kolaborasi, peningkatan kompetensi, serta dedikasi para kader dalam mendukung terciptanya masyarakat yang sehat dan sejahtera di Bengkulu Tengah,” ungkap Dr. Susilo di hadapan para peserta yang sangat antusias.

Atmosfer jambore terasa dinamis dan interaktif. Para kader diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman, mendiskusikan tantangan, dan mencari solusi bersama. Koordinasi antar-kader ditingkatkan untuk membangun jaringan dukungan yang kuat. Hal ini sangat penting karena beban tugas kader sering kali cukup berat, sehingga solidaritas tim menjadi kunci keberlanjutan program.

Acara ini diharapkan dapat menjadi titik tolak kebangkitan semangat para relawan kesehatan. Dengan tambahan pengetahuan baru tentang integrasi 6 SPM, para kader kini memiliki panduan yang lebih jelas dalam melayani masyarakat. Mereka tidak lagi bekerja sendiri-sendiri, tetapi menjadi bagian dari jaringan pelayanan publik yang terpadu.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah percaya bahwa dengan adanya kader yang handal dan penuh semangat, angka kematian ibu dan anak bisa dikurangi, kondisi gizi anak balita akan meningkat, dan kesadaran masyarakat tentang hidup bersih dan sehat akan bertambah. Di akhir, sasaran luhur dari semua usaha ini adalah menciptakan masyarakat Bengkulu Tengah yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga makmur dalam aspek sosial dan ekonomi. Jambore ini merupakan contoh konkret bahwa investasi pada sumber daya manusia adalah hal terbaik yang bisa dilakukan untuk masa depan negara.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.