Percepat Geothermal, Kekuatan Energi Baru Indonesia

oleh -119 Dilihat
oleh
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman membuka IIGCE 2026; dorong pengembangan panas bumi untuk ketahanan energi, investasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA COM,- Percepatan pengembangan panas bumi sebagai kunci ketahanan energi nasional, menyusul tingginya potensi sumber daya yang belum dimanfaatkan. Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, menekankan pentingnya langkah strategis pada pembukaan The 12th Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, Rabu (19/8).

“Dengan potensi mencapai 23.202,77 megawatt, pengembangan panas bumi harus dipercepat untuk menjamin swasembada energi dan memperkuat ketahanan nasional. Saat ini baru sekitar 2.776,39 megawatt yang terpasang — artinya 88,4 persen masih terbuka untuk investasi dan inovasi,” ujar Dudung.

Pemerintah menggarisbawahi beberapa kebijakan untuk mendorong akselerasi tersebut: penyederhanaan regulasi, peningkatan insentif investasi, percepatan kegiatan eksplorasi, serta pengembangan teknologi dan hilirisasi. Pendekatan ini diarahkan agar pengembangan panas bumi tidak berhenti pada pembangkit listrik semata.

Konsep “Beyond Geothermal” yang digaungkan dalam IIGCE menyoroti pemanfaatan panas bumi pada sektor hilir dan ekonomi lokal, termasuk pengolahan hasil pertanian dan perkebunan, pengembangan industri mineral bernilai tambah, serta aplikasi panas untuk pemberdayaan usaha mikro dan desa. Menurut Dudung, strategi ini membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi daerah penghasil panas bumi.

“Investasi panas bumi tidak hanya memenuhi kebutuhan listrik; ia juga dapat menjadi penggerak pembangunan lokal dan penciptaan nilai tambah. Kita ingin manfaatnya terasa langsung oleh masyarakat di sekitar WKP (Wilayah Kerja Panas Bumi),” kata Dudung.

Dalam acara itu, pemerintah resmi menyerahkan izin panas bumi untuk WKP Gunung Ungaran dan WKP Telaga Ranu. Selain itu, pemerintah menyiapkan penawaran untuk lima WKP baru dan tujuh WPSPE (Wilayah Panas Bumi yang Siap Pakai Eksplorasi) guna menarik investor dan memperluas kegiatan eksplorasi.

Para pelaku industri dan investor diberikan dorongan melalui paket kebijakan yang mempersingkat perizinan dan meningkatkan kepastian hukum, serta dukungan riset untuk menurunkan risiko eksplorasi. Targetnya, memaksimalkan pemanfaatan potensi demi memperkecil ketergantungan pada bahan bakar fosil dan memperkuat keberlanjutan energi nasional.

IIGCE 2026 menjadi wadah kolaborasi pemerintah, peneliti, dan sektor swasta untuk mengakselerasi transformasi panas bumi menjadi solusi energi yang andal dan bernilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.