Pengelolaan Alsintan: Pemkab Bengkulu Tengah Terapkan Sistem Sewa Lewat Brigade Pangan

oleh -664 Dilihat
oleh
Bengkulu Tengah terapkan sistem sewa alsintan melalui Brigade Pangan. Bukan lagi hibah, tapi dikelola profesional agar alat tetap terawat, efektif digunakan, dan memberi manfaat jangka panjang bagi petani.../alk

KLIKINFOBERITA.COM, – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah menerapkan kebijakan baru dalam pengelolaan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Mulai tahun ini, bantuan alsintan tidak lagi dibagikan langsung kepada kelompok tani, tetapi dikelola melalui Brigade Pangan, sistem berbasis sewa yang bertujuan menjaga keberlanjutan dan efektivitas alat pertanian di lapangan.

Kebijakan ini diambil guna menghindari kerusakan alat yang sering terjadi jika diserahkan langsung kepada petani. Penanggung jawab sementara Dinas Pertanian Bengkulu Tengah, Helmi Yuliandri, menjelaskan bahwa sistem baru ini juga berorientasi pada keuntungan (profit oriented), agar alsintan tetap terpelihara dan bisa digunakan dalam jangka panjang.

Pengelolaan alsintan sekarang ada orientasi profit-nya, supaya alat tetap terawat dan berfungsi maksimal. Nanti akan ada operator yang khusus menangani,” kata Helmi, (21/8)

Melalui Brigade Pangan, petani yang membutuhkan alsintan dapat menyewa alat berdasarkan luas lahan yang dikerjakan. Tarif akan dihitung per hektare dan dikelola oleh operator yang ditunjuk. Setiap brigade ditugaskan untuk menangani wilayah seluas sekitar 200 hektare.

Saat ini, empat Brigade Pangan telah terbentuk dan aktif di empat kecamatan, yakni Taba Penanjung, Merigi Kelindang, Pondok Kelapa, dan Karang Tinggi.

Brigade Pangan akan menjadi pusat pengelolaan teknis. Ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan,” tambah Helmi.

Bantuan alsintan yang dikelola oleh Brigade Pangan diperkirakan akan tiba di Bengkulu Tengah pada awal atau pertengahan September 2025, seiring dengan distribusi bertahap ke berbagai kabupaten.

Usulan bantuan sempat diulang dan kini sedang dalam proses pengiriman. Beberapa daerah seperti Mukomuko sudah mulai menerima, kita menyusul,” ungkap Helmi.

Sementara itu, bantuan komoditas jagung untuk petani masih dalam tahap lelang dan pengaturan distribusi. Berbeda dengan alsintan, bantuan jagung akan langsung disalurkan ke petani penerima manfaat.

Bantuan jagung akan dibagikan langsung ke petani. Setelah data penerima final, nanti akan diinformasikan untuk pengambilan,” tutupnya.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.