Pemprov Bengkulu Rekomendasikan Pindah Makam Fatmawati ke Kampung Halaman, Revitalisasi Taman Remaja Jadi Kawasan Terintegrasi

oleh -129 Dilihat
oleh
Pulang ke Bengkulu! Makam Ibu Fatmawati bakal pindah ke Taman Remaja yang direvitalisasi. Jadi kawasan wisata sejarah terpadu: masjid, jogging track, UMKM. Kebanggaan nasional kita.-Foto : istimewa/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM,- Pemerintah Provinsi Bengkulu berencana untuk mengajukan pemindahan makam Ibu Negara pertama Indonesia, Fatmawati Soekarno, dari Jakarta menuju daerah asalnya di Bengkulu. Inisiatif ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kontribusi Fatmawati, sekaligus berpotensi meningkatkan wisata sejarah di daerah tersebut.

Pernyataan ini disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, setelah memimpin rapat untuk membentuk tim kajian di Ruang Rapat Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, pada hari Rabu (6/5). Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang relevan, termasuk Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, dan Dinas Perumahan Rakyat.

“Berdasarkan arahan dari Pak Gubernur, kami mengusulkan pemindahan makam Ibu Fatmawati ke Bengkulu, tempat kelahirannya. Ini bukan hanya tentang memindahkan makam, tetapi juga tentang mengembalikan seorang pahlawan wanita besar kepada akar budayanya,” tegas Khairil Anwar.

Rencana ambisius ini bertujuan untuk melakukan revitalisasi menyeluruh pada kompleks Taman Remaja Bengkulu, menjadikannya sebagai kawasan terpadu. Makam Fatmawati direncanakan sebagai pusat utama, dengan berbagai fasilitas modern di sekitarnya: masjid yang megah untuk beribadah, jalur lari sepanjang 2 kilometer untuk berolahraga, serta pusat UMKM yang mendukung ribuan pedagang lokal. Kawasan ini juga akan dilengkapi dengan taman bertema sejarah, museum mini Sang Saka Merah Putih, dan tempat foto menarik untuk para wisatawan.

Usulan resmi akan diajukan kepada keluarga dan juga kepada Kementerian Sosial RI serta Kementerian Dalam Negeri. Khairil menambahkan bahwa revitalisasi ini diperkirakan akan memerlukan biaya sekitar Rp50 miliar dari anggaran daerah dan dana hibah dari pusat, dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2027. “Kami akan melibatkan arkeolog dan pakar pemakaman untuk memastikan penghormatan terhadap makam tetap terjaga. Ini diharapkan menjadi daya tarik wisata yang baru, yang mampu meningkatkan pendapatan asli daerah Bengkulu hingga 20 persen,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Inisiatif ini mendapatkan dukungan dari masyarakat Bengkulu. Beberapa tokoh adat dan pelaku UMKM merasa antusias, karena kawasan terpadu ini berpotensi menciptakan 500 lapangan pekerjaan baru. Fatmawati, yang lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923, meninggal di Jakarta pada 14 Mei 1980. Pemindahan ini diharapkan menjadi simbol kebanggaan nasional.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menegaskan: “Fatmawati adalah kebanggaan kita. Bengkulu siap menjadi penjaga sejarahnya selamanya.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.