Pemkot Bengkulu Gelontorkan Rp5,2 Miliar untuk Tiga Jembatan, Anggaran dan Alokasi Dijelaskan

oleh -33 Dilihat
oleh
Rp5,2 miliar untuk membangun tiga jembatan di titik rawan banjir. Pekerjaan dimulai; akses dialihkan sementara demi keselamatan dan konektivitas warga.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Pemerintah Kota Bengkulu mengucurkan total anggaran Rp5,2 miliar untuk pembangunan tiga jembatan di titik rawan banjir sebagai upaya memperlancar mobilitas dan meningkatkan konektivitas wilayah. Dana tersebut disalurkan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan pembangunannya telah dimulai lewat seremonial groundbreaking.

Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Noprisman, merinci alokasi anggaran tiap lokasi. Jembatan di Betungan memperoleh sekitar Rp1,4 miliar, Pancur Mas dialokasikan Rp1,8 miliar, dan Jembatan Pematang Gubernur (Muara Bangkahulu) mendapat anggaran sekitar Rp2 miliar. “Totalnya kurang lebih Rp5,2 miliar untuk ketiga proyek,” kata Noprisman.

Menurut Noprisman, proyek ini merupakan realisasi dari identifikasi titik rawan banjir sejak 2023 yang tertunda karena keterbatasan anggaran. Dana tahun ini memungkinkan pelaksanaan setelah laporan masyarakat yang dihimpun Bhabinkamtibmas divalidasi bersama Polresta Bengkulu, lurah, dan camat setempat.

Pencairan anggaran mengikuti mekanisme APBD Kota Bengkulu dan kontrak kerja telah ditandatangani dengan rekanan pelaksana. Noprisman memastikan proses pengadaan berlangsung sesuai aturan, termasuk survei lapangan, penetapan harga satuan pekerjaan, dan penandatanganan kontrak. “Seluruh pekerjaan sudah berkontrak; kami memantau agar realisasi anggaran transparan dan tepat sasaran,” ujarnya.

Dinas PUPR menargetkan masa pengerjaan sekitar tiga bulan sehingga jembatan bisa dimanfaatkan masyarakat pada November mendatang. Namun Noprisman mengingatkan adanya biaya tidak langsung yang harus diperhitungkan, seperti pengaturan lalu lintas, pemasangan rambu, serta perawatan beton pasca-pengecoran yang memerlukan waktu pemadatan.

Untuk meminimalkan dampak pada mobilitas, pemerintah menyiapkan rencana pengalihan arus dan akses alternatif. Sosialisasi pengalihan arus akan dilakukan lewat kecamatan, kelurahan, media, dan koordinasi dengan Polsek Muara Bangkahulu. Biaya untuk rekayasa lalu lintas dan komunikasi publik akan ditangani dari pos anggaran proyek atau dukungan dinas terkait.

Wali Kota Dedy Wahyudi yang hadir pada groundbreaking menegaskan komitmen pemkot mengoptimalkan anggaran untuk meningkatkan keselamatan warga dan mendorong pemerataan infrastruktur. “Dana ini harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat yang selama ini terdampak banjir,” katanya.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.