Pemerintah Mendorong Pertumbuhan Kawasan Kopi di Bengkulu: Luasan Mencapai 1. 350 Ha

oleh -12 Dilihat
oleh
Petani kopi di Rejang Lebong menanam bibit hasil program revitalisasi. Dukungan pemerintah sasar 1.350 ha untuk tingkatkan produktivitas dan pendapatan petani kopi lokal.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Pemerintah pusat memperkuat dukungan untuk sektor perkebunan dengan meluncurkan program pengembangan kawasan kopi di Provinsi Bengkulu. Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan hasil kopi masyarakat sekaligus memperbaiki tanaman yang produktivitasnya sudah menurun.

“Untuk tahun 2026, program pengembangan area kopi akan dilaksanakan di lima kabupaten, yaitu Rejang Lebong, Kaur, Lebong, Kepahiang, dan Bengkulu Selatan,” ujar Khairiah, Sub Koordinator Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Bengkulu pada Sabtu (30/5/2026).

Total luas lahan yang akan menerima bantuan mencapai 1. 350 hektare, dengan rincian: Rejang Lebong 350 hektare, Kaur 300 hektare, Lebong 300 hektare, Kepahiang 350 hektare, dan Bengkulu Selatan 50 hektare. Bantuan ini ditujukan untuk kelompok tani dalam rangka meningkatkan kualitas dan hasil kebun kopi masyarakat.

Dalam skema program ini, setiap petani yang tergabung dalam kelompok tani dapat melakukan peremajaan kopi seluas maksimum dua hektare. Setiap petani akan mendapatkan sekitar 1. 000 bibit kopi untuk ditanam di lahan yang telah ditentukan. Penyediaan bibit diharapkan dapat mempercepat proses peremajaan dan meningkatkan hasil biji kopi berkualitas.

DTPHP Provinsi Bengkulu menyebutkan bahwa pendampingan teknis akan diberikan mulai dari pemilihan bibit, penanaman, hingga pemeliharaan dan panen. Pelatihan ini mencakup manajemen pemupukan, pengendalian hama, serta metode penanaman yang berkelanjutan untuk menjaga keberlanjutan produksi.

Program ini juga dilihat sebagai langkah untuk membuka peluang ekonomi bagi petani di daerah yang dituju. Melalui peremajaan dan peningkatan kualitas bibit, diharapkan hasil per hektare akan meningkat dan memberikan dampak positif pada pendapatan petani. Selain itu, kerjasama antara berbagai pihak pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan lembaga pembiayaan mikro dinilai sangat penting untuk keberhasilan program.

Ke depannya, DTPHP akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan di lapangan dan mengevaluasi hasil peremajaan sebagai dasar untuk mengembangkan program serupa di daerah lain. Diharapkan program ini tidak hanya dapat meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat posisi kopi Bengkulu dalam pasar nasional dan internasional.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.