Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah Lakukan Inspeksi Dapur Menyusul Dugaan Keracunan Makanan

oleh -94 Dilihat
oleh
Tim inspeksi periksa proses pengolahan makanan SPPG Kembang Seri 1. Penyebab keracunan masih dianalisis laboratorium BPOM Bengkulu, dapur diberhentikan operasional sementara demi keamanan.-Foto : Dedi/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM,-Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah melakukan inspeksi mendadak ke dapur Satuan Pelayanan Program Gizi Kembang Seri 1 pada hari ini, Jumat. Tindakan ini diambil sebagai respons langsung setelah kejadian dugaan keracunan makanan yang dialami oleh sejumlah siswa dari SMP Negeri 3 dan SD Negeri 1 Bengkulu Tengah (24/04/2026).

Inspeksi dipimpin oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bengkulu Tengah, Nurul Iwan Setiawan Ia didampingi oleh Koordinator Badan Gizi Nasional Wilayah Bengkulu Tengah, Roni Vidiansyah, serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah yang berperan dalam pengawasan program pangan dan gizi.

Nurul Iwan menjelaskan bahwa tujuan utama inspeksi ini adalah untuk memeriksa langsung semua proses yang terjadi, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian makanan yang diduga menjadi penyebab insiden tersebut. Pemantauan awal tim menunjukkan bahwa secara visual, seluruh prosedur di dapur telah memenuhi standar operasional yang berlaku. Namun, ia menekankan bahwa pengamatan ini belum merupakan kesimpulan akhir.

“Penyebab pasti dari dugaan keracunan makanan ini saat ini masih dalam tahap analisis di laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan Perwakilan Provinsi Bengkulu. Oleh karena itu, belum ada keterangan resmi mengenai penyebabnya. Walaupun dari pengamatan langsung terlihat bahwa semua proses telah teratur, pengawasan tetap perlu diperketat di setiap tahap agar insiden serupa tidak terulang, dan Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan dengan aman dan memberikan manfaat bagi para siswa,” ungkap Nurul Iwan.

Koordinator BGN Wilayah Bengkulu Tengah, Roni Vidiansyah, menyatakan bahwa pihaknya segera melaporkan kejadian ini ke BGN Pusat setelah menerima informasi dari lapangan. Sebagai langkah lanjutan, pada malam Kamis kemarin, BGN Pusat telah mengeluarkan surat keputusan untuk menghentikan sementara operasional dapur SPPG Kembang Seri 1.

“Kami langsung melaporkan kejadian ini tanpa penundaan ke pusat. Hasilnya, surat penghentian operasional telah dikeluarkan tadi malam dan mulai berlaku. Dapur ini akan ditutup hingga waktu yang belum ditentukan, tergantung pada hasil investigasi dan kondisi yang dinyatakan aman,” jelas Roni.

Ia juga menegaskan bahwa BGN Pusat akan mengambil tindakan tegas jika hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur oleh pengelola dapur. Berbagai jenis sanksi disiapkan, mulai dari peringatan tertulis hingga pencabutan izin operasional secara permanen sebagai tindakan tegas.

“Jika terbukti ada kesalahan atau pelanggaran SOP, kami tidak akan ragu untuk memberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pencabutan izin secara permanen bisa menjadi opsi utama jika kelalaian tersebut berdampak serius pada keselamatan para penerima manfaat,” tegas Roni.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.