Pemerintah Jaga Harga Pertalite Hingga Akhir 2026, Percepat Transisi B50

oleh -10 Dilihat
oleh
Pemerintah memastikan harga Pertalite tetap hingga akhir 2026 sambil mempercepat program biodiesel B50 langkah untuk menjaga daya beli dan memperkuat ketahanan energi nasional.-Foto:Dedy/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Pemerintah menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite tidak akan naik hingga akhir 2026. Pernyataan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan kenaikan harga energi global.

Airlangga mengatakan pemerintah berkomitmen mempertahankan harga Pertalite meski harga minyak mentah dunia lebih tinggi dibanding asumsi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Menurutnya, kebijakan itu selaras dengan arahan Presiden agar subsidi BBM tetap dijaga untuk meredam dampak langsung terhadap masyarakat.

“APBN berfungsi sebagai shock absorber sehingga masyarakat tidak langsung merasakan gejolak kenaikan harga minyak dunia,” kata Airlangga dalam pernyataan resmi, tanpa merinci mekanisme teknis penyesuaian subsidi.

Data pemerintah menunjukkan rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) pada semester I 2026 mencapai 90,46 dolar AS per barel, jauh melampaui asumsi harga minyak yang dipakai dalam penyusunan APBN. Lonjakan harga ini mendorong pemerintah mengoptimalkan instrumen fiskal untuk menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri.

Selain menjaga harga Pertalite, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satu upaya utama adalah percepatan implementasi program biodiesel B50, yang meningkatkan porsi minyak sawit mentah menjadi 50 persen dalam campuran bahan bakar diesel.

Pemerintah menilai pemanfaatan campuran biodiesel 50 persen mampu mengurangi ketergantungan pada impor solar sekaligus meningkatkan penggunaan sumber energi domestik. Langkah ini dipandang penting untuk menekan kebutuhan impor bahan bakar, memperbaiki neraca perdagangan, dan mengurangi tekanan fiskal akibat fluktuasi harga minyak internasional.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. mendukung percepatan B50 sebagai bagian dari transisi energi yang pragmatis dan berbasis kapasitas domestik. Pemerintah juga terus memantau pasokan dan distribusi BBM untuk mencegah kelangkaan dan memastikan subsidi tepat sasaran.

Pengamat Ketahanan Energi Feiral Rizky Batubara. menilai keputusan mempertahankan harga Pertalite memberi ruang bagi pemerintah untuk mengatur langkah kebijakan lain, namun menekankan pentingnya transparansi penggunaan anggaran subsidi. “Menjaga harga memang krusial untuk daya beli, tetapi perlu disertai akuntabilitas agar subsidi tepat guna,” ujar Rizky.

Pemerintah optimistis kombinasi kebijakan stabilisasi harga BBM dan percepatan transisi ke biodiesel akan menjadi fondasi menjaga stabilitas ekonomi nasional hingga akhir 2026. Meski demikian, tantangan global terhadap harga minyak tetap memerlukan pengawasan kebijakan yang dinamis dan responsif.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.