Peletakan Batu Pertama Jembatan Merah Putih Tahap V dan VI Resmi Dimulai, Memperkuat Akses ke Daerah Terpencil di Bengkulu Utara

oleh -37 Dilihat
oleh
Peletakan batu pertama Jembatan Merah Putih Tahap V–VI di Gunung Besar resmi dimulai, membuka akses ke daerah terpencil Bengkulu Utara dan menguatkan harapan ekonomi, pendidikan, serta kesehatan warga.-Foto ; Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Peletakan batu pertama untuk pembangunan Jembatan Merah Putih Tahap V dan VI dilaksanakan secara resmi di Desa Gunung Besar, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara pada Jumat (5/6). Kegiatan ini dipimpin oleh Kodim 0423/Bengkulu Utara dan diadakan bersamaan di wilayah Korem 041/Garuda Emas, sebagai bagian dari inisiatif Jembatan Perintis Garuda.

Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, selaku Danrem 041/Garuda Emas, menyatakan bahwa proyek ini adalah langkah penting untuk membuka akses ke daerah-daerah terpencil dan memperkuat hubungan antar daerah. “Jembatan ini lebih dari sekadar infrastruktur; ini adalah penghubung harapan yang mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka akses pendidikan dan kesehatan bagi warga,” tegasnya.

Letkol Czi Muhammad Jumali, Komandan Kodim 0423/Bengkulu Utara, menjelaskan bahwa pembangunan di Desa Gunung Besar melengkapi dua proyek sebelumnya yang berada di Desa Kawalangi dan Desa Pagar Uyung. Dengan dimulainya tahap V dan VI ini, akan terdapat tiga jembatan gantung Perintis Garuda yang berfungsi sebagai penghubung penting bagi masyarakat di daerah terpencil.

Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan pergerakan warga, memperlancar distribusi produk pertanian, dan mendorong ekonomi lokal. Selain itu, pembangunan ini juga diharapkan dapat mempercepat akses terhadap tenaga pendidik, tenaga medis, serta layanan administratif bagi desa-desa yang selama ini terisolasi.

Acara peletakan batu pertama ini dihadiri oleh berbagai unsur TNI, Polri, pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, serta tokoh masyarakat dan forum komunikasi pimpinan kecamatan. Antusiasme warga nampak jelas ketika perwakilan aparat dan pemerintah menjelaskan rencana projek, menandakan harapan besar masyarakat terhadap manfaat yang panjang dari proyek ini.

Rencana teknis serta jadwal pembangunan akan diberitahukan setelah kajian lapangan, pengukuran titik koordinat, dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) selesai dilakukan. Kodim menekankan akan melibatkan warga setempat selama pelaksanaan proyek, termasuk dalam hal tenaga kerja dan pengawasan dasar guna memastikan bahwa proyek tersebut berkelanjutan dan memberikan keuntungan ekonomi langsung bagi desa-desa yang terpengaruh.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.