Patroli Keselamatan Bulanan Hutama Karya: Prioritaskan Istirahat Pengemudi

oleh -14 Dilihat
oleh
Petugas Hutama Karya memeriksa kondisi pengemudi dan memasang stiker reflektif, sambil membagikan kopi dan edukasi upaya preventif cegah microsleep dan tingkatkan keselamatan di jalan tol.-Foto: Dedy/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- PT Hutama Karya (Persero) memperkuat upaya keselamatan pengguna jalan tol dengan melaksanakan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik secara berkala di seluruh ruas tol yang dikelolanya. Program ini dirancang untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang dipicu oleh kelelahan dan fenomena microsleep saat berkendara.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, Hamdani, mengatakan kedua operasi itu merupakan langkah preventif yang bersifat edukatif dan pengawasan. “Fokus kami tidak hanya pada kondisi teknis kendaraan, tetapi juga kesiapan fisik pengemudi sebelum melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Operasi Microsleep menitikberatkan pada pemeriksaan cepat terhadap kondisi pengemudi. Petugas akan mengamati tanda-tanda kelelahan, seperti mata layu, reaksi lambat, atau perilaku mengantuk. Pengendara yang terindikasi mengantuk akan diarahkan untuk berhenti dan beristirahat di rest area terdekat.

Mereka diberikan waktu untuk pulih sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Sementara itu, pengemudi yang dinilai fit dipersilakan melanjutkan perjalanan dengan catatan tetap menjaga kewaspadaan.
Sedangkan Operasi Simpatik mengedepankan pendekatan persuasif dan edukasi. Petugas memberikan sosialisasi singkat mengenai bahaya mengemudi dalam keadaan lelah, tata tertib berkendara di jalan tol, serta informasi layanan darurat.

Dalam kegiatan ini, tim juga membagikan materi edukasi, makanan ringan, dan kopi kepada pengguna jalan untuk membantu pengemudi tetap segar. Selain itu, petugas memasang stiker reflektif pada kendaraan angkutan guna meningkatkan visibilitas pada malam hari.

Materi sosialisasi yang disebarkan mencakup bahaya microsleep, peta Jalan Tol Trans Sumatera, lokasi rest area, hingga nomor layanan call center Jalan Tol Hutama Karya. Langkah ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengguna jalan terhadap fasilitas dan prosedur keselamatan yang tersedia.
Hamdani menegaskan bahwa keselamatan berkendara adalah tanggung jawab bersama antara operator jalan, penegak hukum, dan pengguna jalan.

Menurutnya, kecelakaan yang disebabkan pengemudi mengantuk merupakan masalah preventable. “Jangan memaksakan perjalanan ketika tubuh sudah lelah atau mengantuk. Manfaatkan rest area untuk beristirahat agar perjalanan tetap aman,” kata Hamdani.

Pelaksanaan kedua operasi tersebut dilakukan rutin setiap bulan. Penentuan lokasi dan waktu disesuaikan dengan hasil analisis data, termasuk jam rawan kecelakaan, karakteristik lalu lintas, potensi kepadatan, dan pola perjalanan pengguna jalan. Dengan pendekatan berbasis data, perusahaan berharap intervensi menjadi lebih tepat sasaran dan efektif menurunkan risiko kecelakaan.

Sepanjang Juni 2026, operasi telah digelar di berbagai ruas tol yang dikelola Hutama Karya. Lokasi kegiatan meliputi Jalan Tol JORR-S dan akses Tanjung Priok di DKI Jakarta; Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung di Lampung dan Sumatra Selatan; serta tol-tol di Sumatra seperti Indralaya–Prabumulih, Palembang–Indralaya, Bengkulu–Taba Penanjung, Betung–Tempino–Jambi, Padang–Sicincin, Sigli–Banda Aceh, Pekanbaru–Dumai, Pekanbaru–XIII Koto Kampar, hingga ruas Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat, Indrapura–Kisaran, dan Binjai–Langsa.

Di luar operasi berkala, Hutama Karya juga menjalankan patroli harian. Jika petugas menemukan pengemudi yang tampak lelah, mereka akan diarahkan untuk menepi. Petugas memberikan kesempatan beristirahat dan menyediakan minuman hangat, seperti kopi, guna mengurangi risiko microsleep sebelum kembali berkendara.

Perusahaan juga mengimbau pengguna jalan memanfaatkan aplikasi Mozy, yang menyediakan informasi real time tentang kondisi ruas tol, lokasi rest area, serta fitur Reminder Notification yang mengingatkan pengemudi untuk beristirahat secara berkala. Menurut Hutama Karya, kombinasi antara upaya lapangan dan teknologi dapat memperkuat perlindungan bagi pengguna jalan.

Pengamatan pakar keselamatan jalan menunjukkan bahwa intervensi seperti pemeriksaan kondisi pengemudi dan edukasi langsung di lapangan efektif menurunkan insiden yang berhubungan dengan kelelahan. Namun, keberhasilan program juga sangat bergantung pada kepatuhan pengemudi dan konsistensi pelaksanaan di lapangan.

Hamdani menambahkan bahwa Hutama Karya akan terus mengevaluasi dan menyempurnakan skema operasi berdasarkan temuan lapangan dan masukan dari pemangku kepentingan. “Kami berkomitmen menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Upaya ini akan kami terus lanjutkan dan tingkatkan demi menekan angka kecelakaan di jalan tol,” pungkasnya.

Dengan pendekatan yang menggabungkan langkah preventif, edukatif, dan berbasis data, Hutama Karya berharap program Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik dapat menumbuhkan budaya berkendara aman di kalangan pengguna jalan tol dan mengurangi angka kecelakaan akibat kelelahan.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.