Sintia Bela, Siswa SMAN 5 Bengkulu Tengah, Tenggelam di Wisata Lubuk Batu Kambing

oleh -53 Dilihat
oleh
Korban dibawa ke RSD Sungai Lemau dan dinyatakan meninggal setelah tenggelam di Lubuk Batu Kambing; keluarga dan petugas medis berkumpul memberi pertolongan terakhir.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Suasana sedih menyelimuti masyarakat Kabupaten Bengkulu Tengah setelah seorang siswi SMAN 5 Bengkulu Tengah, Sintia Bela (17), dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di tempat wisata Lubuk Batu Kambing, yang berada di Desa Padang Kedeper, Kecamatan Merigi Kelindang, pada Minggu pagi (5/7).

Peristiwa ini terjadi saat korban sedang berenang bersama dua temannya di aliran sungai dengan menggunakan ban pelampung. Menurut keterangan warga setempat, ban pelampung yang dipakai Sintia diduga terlepas dan dihanyutkan arus, sehingga korban kehilangan pegangan dan langsung tenggelam.

“Pada saat itu, mereka sedang bersenang-senang, tiba-tiba ban yang dipakai korban terbawa arus. Korban sempat berada di dalam air kira-kira 15-30 menit sebelum berhasil ditarik oleh warga,” ungkap seorang saksi yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Setelah ditemukan oleh warga, Sintia segera dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Sungai Lemau untuk mendapatkan pertolongan medis. Tim medis mencoba melakukan resusitasi, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Kepala SMAN 5 Bengkulu Tengah, Aprianto, M. TPd, mengungkapkan bahwa pihak sekolah menerima berita duka tersebut pada pagi hari dan segera mengatur kunjungan ke rumah duka. Aprianto turut menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban dan berjanji akan memberikan dukungan bagi siswa yang terpukul atas kejadian ini.

“Saya baru saja mendapat informasi. Seandainya benar dari Desa Karang Tinggi, maka korban adalah siswi kami. Bagian kesiswaan dan humas sekolah akan mewakili untuk berkunjung ke keluarga dan memberikan bantuan,” kata Aprianto.

Camat Merigi Kelindang, Yarmi, mengonfirmasi peristiwa tenggelam di Lubuk Batu Kambing dan menjelaskan bahwa pihak kecamatan masih melakukan pengumpulan data untuk memastikan identitas lengkap korban serta kronologi kejadian.

“Kami masih dalam proses mengumpulkan informasi dan keterangan dari saksi untuk mengetahui penyebab pastinya. Sementara itu, kami juga akan menutup wisata Lubuk Batu Kambing guna memudahkan proses evakuasi dan penyelidikan,” jelas Yarmi.

Pemerintah kecamatan melakukan penutupan sementara terhadap objek wisata tersebut sambil menunggu hasil pengumpulan data dan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat. Warga juga diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap arus sungai saat beraktivitas di area wisata air.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.