Menyuguhkan Kenikmatan Alam, Es Kelapa Muda yang Terkenal di Pantai Panjang Jadi Favorit Wisatawan

oleh -59 Dilihat
oleh
Ombak Hindia ciptakan pemandangan memukau Pantai Panjang Bengkulu. Es kelapa muda ikonik dari kelapa hijau berkepala merah—manis alami, kaya air, obat panas dalam—jadi favorit wisatawan. Harga terjangkau Rp10-15 ribu per HET Wali Kota Dedy Wahyudi. Santai nikmati semilir laut.-Foto : s.man/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Ombak dari Samudra Hindia yang menyentuh Pantai Panjang selalu menawarkan pemandangan yang menyejukkan. Namun, bagi para wisatawan yang mengunjungi ikon pariwisata di Kota Bengkulu ini, berlibur terasa kurang sempurna tanpa bersantai sambil menikmati kesegaran es kelapa muda. Minuman ikonik ini telah menjadi pilihan utama bagi banyak orang yang ingin menghilangkan rasa haus setelah berkeliling di pantai yang membentang sepanjang 7 kilometer tersebut.

Ribuan pengunjung lokal dan mancanegara yang memenuhi kawasan Pantai Panjang akhir pekan lalu terlihat bergerombol menuju kios-kios sederhana yang berjejer rapi di sisi timur pantai. Di tempat tersebut, para pedagang setia menyajikan minuman khas yang konsisten mendapatkan perhatian.

Salah satu alasan mengapa es kelapa di Pantai Panjang unik adalah pilihan bahan bakunya yang cermat. Berbeda dengan kelapa kuning yang umum, para penjual di sini lebih memilih kelapa hijau dengan kepala merah.

“Kalau dicari, banyak kelapa hijau yang kepalanya kemerahan ini. Karena rasanya jauh lebih manis dan mengandung lebih banyak air,” ungkap Yeni (35), seorang penjual es dogan yang telah berjualan di daerah tersebut selama 17 tahun, kepada klikinfoberita.com Sabtu (2/5/2026).

Yeni menambahkan, selain menawarkan rasa yang lebih alami dan manis, kelapa hijau juga diyakini memiliki manfaat untuk kesehatan.

“Banyak konsumen yang mengatakan bahwa ini baik untuk mengatasi panas dalam. Terlebih lagi, cuaca di Bengkulu ini cukup panas, jadi sangat cocok,” ujarnya.

Agar bisa mendapatkan pasokan kelapa berkualitas, Yeni dan pedagang lain biasanya melakukan pemesanan langsung dari kebun di daerah Pondok Kelapa, Bengkulu Utara. Dalam satu kali pemesanan, ia bisa memesan hingga 500 buah kelapa untuk kebutuhan selama seminggu.

Berita menggembirakan bagi wisatawan yang ingin merasakan kesegaran ini adalah harga yang tetap terjangkau. Pemerintah Kota Bengkulu melalui Wali Kota Dedy Wahyudi baru-baru ini mengeluarkan kebijakan mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) di kawasan wisata Pantai Panjang.

Berdasarkan Surat Imbauan Wali Kota Bengkulu Nomor 500. 1/201/D. Par yang mulai berlaku sejak 1 Maret 2026, harga kelapa murni ditetapkan antara Rp10. 000 hingga Rp12. 000 per buah. Sedangkan untuk kelapa muda yang disajikan dengan tambahan gula dan es serta daging buah yang lembut, harganya mencapai maksimum Rp15. 000 per gelas.

“Diharapkan para pedagang tidak menjual dengan harga di luar ketentuan. Ini untuk melindungi para wisatawan, terutama saat liburan,” tegas Dedy Wahyudi dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.

Menikmati es kelapa di Pantai Panjang bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang suasana. Duduk santai di warung beratap rumbia, merasakan semilir angin laut, sambil menatap pasir putih yang luas menjadi daya tarik tersendiri.

“Sambil bersantai menikmati es kelapa muda, dengan sedikit cemilan. Sederhana tetapi menyenangkan,” tulis salah satu pengunjung dari Jakarta dalam buku tamu virtual di salah satu kios.

Meskipun disebut Pantai Panjang, kawasan ini ternyata tidak memiliki banyak pohon kelapa yang tumbuh liar. Justru, kawasan ini dikelilingi oleh pohon cemara laut dan pinus yang memberikan suasana sejuk alami. Ini menjadikan es kelapa yang dijual oleh para pedagang sebagai satu-satunya sumber “pohon kelapa” yang dapat dinikmati oleh wisatawan.

Di balik kesegaran yang ditawarkan, para pedagang berharap agar pemerintah lebih memperhatikan, terutama mengenai pengelolaan limbah batok kelapa. Yeni menginginkan agar batok kelapa tidak hanya menjadi sampah, melainkan bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, seperti kerajinan atau arang aktif.

“Ya, kami berharap ada pengelolaan untuk batok kelapa. Dengan demikian, tempat wisata ini bisa lebih berkembang. Sebab, kehidupan para pedagang di sini sangat bergantung pada pariwisata,” ujarnya.

Dengan kombinasi rasa yang unik, harga yang bersahabat, serta pengawasan yang ketat dari pemerintah, es kelapa muda di Pantai Panjang bukan hanya menjadi minuman penyegar, tetapi juga mencerminkan keramahan dan kesinambungan ekonomi kreatif di Bumi Rafflesia.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.