Menyapa Pinggir Jalan, Menjangkau Data: Dinsos Bengkulu Validasi Pemulung Lewat SIKS-NG

oleh -169 Dilihat
oleh
Dinsos Kota Bengkulu melakukan validasi SIKS‑NG di persimpangan Jalan Ahmad Yani, menjemput pemulung. Data langsung diinput, tujuan: pastikan akses bantuan sosial tepat sasaran bagi pekerja rentan.-Foto:S.man/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Di tengah hiruk-pikuk kendaraan dan kepulan debu di persimpangan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, suasana berbeda terlihat pada Rabu pagi ini. Bukan sekadar lalu lintas yang sibuk, melainkan para pemulung yang kerap terpinggirkan justru menjadi pusat perhatian. Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu menggelar kegiatan validasi data pekerja rentan secara langsung menggunakan aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SIKS-NG).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin, Ibu Fatima Zuhro Ningsih, yang mewakili Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Ibu Afriyenita. Bersama Tim Bidang Penanganan Fakir Miskin, beliau turun ke jalan untuk memastikan tidak ada kelompok rentan yang terlewat dari pendataan terpadu kesejahteraan sosial.

“Kami sengaja menjemput bola. Para pemulung memiliki mobilitas tinggi dan sering kali tidak memiliki akses mudah ke kantor pemerintahan. Dengan validasi di sini, kami ingin memastikan mereka mendapat haknya sebagai warga negara,” ujar Ibu Fatima Zuhro Ningsih di sela-sela pendataan.

Proses validasi berjalan interaktif. Petugas dengan sigap menggali informasi kependudukan, mulai dari Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat tempat tinggal, hingga kondisi ekonomi rumah tangga. Data tersebut langsung diinput secara real-time ke dalam genggaman melalui aplikasi SIKS-NG. Sistem canggih ini memungkinkan sinkronisasi data nasional, sehingga bantuan sosial seperti PKH, bansos pangan, dan subsidi energi dapat tepat sasaran.

Salah seorang pemulung bernama Haji (45) mengaku terbantu. “Selama ini kami hanya mengais rezeki di jalan. Saya pikir pemerintah lupa sama kami, tapi ternyata petugas datang langsung. Ini sangat berarti,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Tim juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya dokumen kependudukan sebagai syarat utama penerima bantuan.

Ibu Afriyenita, melalui arahan yang disampaikan Ibu Fatima, menegaskan bahwa validasi ini merupakan komitmen pemerintah kota untuk menekan angka kemiskinan ekstrem. “Data adalah panglima. Jika data pemulung tidak valid, mereka akan kehilangan akses terhadap program perlindungan sosial. Kami tidak ingin itu terjadi,” tegasnya.

Target hari ini menjangkau puluhan pemulung yang beraktivitas di sekitar lampu merah Ahmad Yani. Meskipun panas terik menyengat, semangat Tim Dinsos tak surut. Langkah konkret di persimpangan jalan ini membuktikan bahwa pelayanan sosial tidak harus menunggu di balik meja, melainkan hadir di tengah debu dan kepulan asap kendaraan demi menjangkau kesejahteraan yang selama ini tertunda.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.