Matoa, “Lengkeng Papua” dengan Rasa Gabungan Durian, Rambutan, dan Kelengkeng

oleh -16 Dilihat
oleh
Matoa dari Papua: oval, transparan, harum. Sensasi manis rambutan, kesegaran kelengkeng, gurih durian dalam satu gigitan. Superfood lokal berenergi dan kaya vitamin wajib coba saat panen.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Apakah Anda sudah pernah mendengar tentang buah matoa? Jika belum, Anda benar-benar melewatkan salah satu buah istimewa yang berasal dari hutan tropis Indonesia. Buah yang dikenal dengan nama ilmiah Pometia pinnata ini sering disebut sebagai “lengkeng Papua” karena memiliki bentuk oval dengan daging buah yang transparan. Namun, saat Anda menggigitnya, lidah Anda akan merasakan perpaduan rasa yang berbeda: manis seperti rambutan, segar seperti kelengkeng, dan gurih seperti durian. Ini adalah tiga rasa dalam satu gigitan.

Matoa bukan hanya sekadar buah yang unik. Buah ini merupakan superfood asli Indonesia yang penuh dengan manfaat. Dalam 100 gram daging matoa, terdapat sekitar 90 kalori, 21 gram karbohidrat, dan vitamin C sebanyak 54 mg—ini lebih banyak dibandingkan jeruk! Tidak mengherankan jika buah ini diyakini dapat melawan radikal bebas, meningkatkan sistem imun, dan membantu pencernaan berkat kandungan seratnya.

Apa yang membuat matoa semakin menarik adalah kisah asalnya. Buah ini tumbuh secara alami di hutan Papua, Maluku, dan Sulawesi. Penduduk lokal sering kali memetiknya langsung dari pohon yang bisa mencapai ketinggian 50 meter. Sekarang, budidaya matoa mulai meluas ke pulau Jawa, seperti di Pati dan Banyuwangi. Sebuah pohon dewasa dapat menghasilkan antara 70 hingga 150 kilogram buah setiap kali panen! Dengan harga jual yang cukup tinggi (Rp30. 000 sampai Rp50. 000 per kilogram di pasar), matoa mulai dilirik sebagai kesempatan ekspor yang menjanjikan.

Dari segi rasa, matoa memiliki dua varian yang populer: Matoa Kelapa (dagingnya kenyal seperti kelapa muda) dan Matoa Papeda (dagingnya lembut dan lengket mirip ketan). Keduanya memiliki rasa manis yang nikmat, dengan biji kecil pipih yang mudah dipisahkan.

Bagaimana cara menikmatinya? Cukup buka kulitnya yang halus berwarna merah kecokelatan, dan nikmati daging buahnya secara langsung. Anda juga bisa mengolahnya menjadi rujak, mencampurnya dalam es buah, atau bahkan membuat selai.

Sayangnya, matoa hingga kini masih kurang dikenal dibandingkan buah-buah impor seperti apel atau anggur. Namun, dari segi rasa dan manfaat, matoa tidak kalah menarik. Sudah saatnya kita bangga dengan kekayaan lokal ini. Jadi, jika Anda berkunjung ke Papua atau Maluku, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk mencicipi matoa. Siapa tahu, Anda akan jatuh cinta pada “lengkeng durian” yang satu ini.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.