KPU Kota Bengkulu Hadirkan Suasana Pemilu di SMA Negeri 10 melalui Peminjaman Kotak dan Bilik Suara untuk Pemilihan OSI

oleh -11 Dilihat
oleh
Siapa bilang milih ketua OSIS cuma formalitas? Di SMAN 10 Bengkulu, rasanya persis kayak pemilu beneran! Thanks to @kpu.kotabengkulu yang pinjemin bilik & kotak suara asli. Siswa-siswa jadi paham banget gimana sih rasanya masuk bilik suara, coblos, dan jaga kerahasiaan pilihan.-Foto :s.man/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Suasana demokrasi menyelimuti SMA Negeri 10 Kota Bengkulu pada Selasa (8/9). Puluhan siswa tampak antusias mengantre di depan bilik suara berwarna putih dan kotak suara transparan yang biasa digunakan dalam pemilihan umum. Pemandangan ini bukanlah simulasi biasa, melainkan pemilihan Ketua OSIS yang difasilitasi secara khusus oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu. Lembaga penyelenggara pemilu itu meminjamkan secara cuma-cuma perlengkapan kepemiluan asli untuk mendukung pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah.

Inisiatif ini merupakan wujud nyata dari pelayanan dan edukasi kepemiluan yang terus digalakkan KPU Kota Bengkulu. Dengan meminjamkan kotak suara dan bilik suara, para siswa tidak hanya belajar teori kewarganegaraan dari buku teks, tetapi juga merasakan langsung atmosfer pemungutan suara yang autentik. Mereka diajak memahami tata cara mencoblos, menjaga kerahasiaan pilihan, serta menjunjung tinggi prinsip jujur dan adil dalam berdemokrasi. Langkah ini sekaligus menjawab tantangan rendahnya partisipasi pemilih pemula yang kerap terjadi pada setiap hajatan pemilu nasional.

Anggota KPU Kota Bengkulu, Anggi Stephensen, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi investasi strategis bagi masa depan demokrasi Indonesia. “Kami sengaja hadir ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi langsung kepada generasi muda. Pemilihan OSIS adalah laboratorium politik yang ideal bagi pelajar. Kami ingin mereka tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab ketika nanti menggunakan hak pilihnya di pemilu sesungguhnya,” ujarnya di sela-sela pemantauan jalannya pencoblosan di lokasi.

Proses pemungutan suara berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. Setiap siswa memasuki bilik suara dengan khidmat, lalu memasukkan surat suara yang sudah dicoblos ke dalam kotak yang disegel. Para guru dan panitia OSIS turut mengawasi setiap tahapan, memastikan tidak ada pelanggaran prosedur yang terjadi. Antusiasme yang terpancar dari wajah-wajah muda ini membuktikan bahwa generasi Z sangat responsif terhadap proses demokrasi ketika diberikan ruang dan kesempatan untuk terlibat secara langsung, bukan sekadar menjadi penonton pasif.

Lebih dari sekadar agenda tahunan sekolah, kolaborasi ini diharapkan mampu menekan angka golput di kalangan pemula. KPU Kota Bengkulu menyadari bahwa pendidikan pemilih yang efektif harus dimulai sejak dini dan melibatkan pengalaman indrawi. Melalui peminjaman sarana pemilu ini, kesadaran akan hak dan kewajiban berdemokrasi tidak hanya tumbuh di permukaan, tetapi mengakar kuat dalam diri pelajar hingga mereka memasuki usia pemilih tetap. Dukungan ini juga menjadi bukti bahwa KPU hadir tidak hanya saat pemilu besar, tetapi juga dalam momen-momen kecil yang membentuk karakter demokrasi bangsa.

Dengan mengusung semangat #KPUMelayani dan #IntegritasHargaMati, KPU Kota Bengkulu berkomitmen menjadi lembaga yang #TanggapPemilih. Ke depan, mereka berencana memperluas program peminjaman alat ini ke lebih banyak sekolah di seluruh wilayah Kota Bengkulu. Harapan terbesarnya, pengalaman berharga ini menjadi fondasi kokoh bagi terciptanya budaya demokrasi yang sehat, di mana setiap suara bermakna dan setiap pemilih menjunjung tinggi integritas demi masa depan Indonesia yang lebih demokratis.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.