KLIKINFOBERITA.COM,-Ajang bergengsi Kompetisi Keterampilan Pemadam Kebakaran Nasional tahun 2026 resmi dimulai hari ini, Senin (27/4/2026), di area Benteng Kuto Besak, bangunan bersejarah yang menjadi ikon Kota Palembang. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, berakhir pada 29 April, dan menjadi tempat berkumpul bagi petugas pemadam kebakaran dari berbagai daerah di tanah air.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu juga berpartisipasi dalam kompetisi nasional ini. Sebanyak sepuluh personel terpilih yang telah melalui proses seleksi dan persiapan yang matang dikirim untuk mewakili daerah mereka dan menguji keterampilan bersama peserta lainnya.
Selama kompetisi, para peserta akan menunjukkan kemampuan fisik, ketangkasan, dan kerja sama dalam berbagai disiplin perlombaan yang dirancang dengan baik. Ada tiga kategori utama yang diikuti oleh perwakilan Bengkulu, masing-masing memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Pertama, penggunaan tangga darurat, yang mengukur kecepatan dan ketepatan dalam menggunakan peralatan untuk operasi. Kedua adalah penggelaran selang pemadam, yang menguji kelincahan dan ketelitian agar air dapat mengalir segera ke sumber kebakaran. Ketiga, tes ketahanan dan kemampuan bertahan hidup, berupa simulasi kondisi sulit yang sering dihadapi selama misi penyelamatan, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi yang tak terduga.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu, Yuliansyah, mengungkapkan bahwa semua anggota yang dikirim siap dengan semangat tinggi. “Mereka telah berlatih dengan disiplin dan keras. Kami sangat optimis dan berharap hasil yang mereka peroleh dapat mengharumkan nama Kota Bengkulu di tingkat nasional,” ujarnya penuh harapan.
Lebih dari sekadar arena persaingan, acara ini juga merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Pemadam Kebakaran Nasional yang ke-107. Sebagai tuan rumah, Kota Palembang menyambut 42 tim dengan total peserta mencapai 336 orang.
Keterlibatan dalam kompetisi ini tidak hanya ditujukan untuk meraih prestasi. Lebih jauh, tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme layanan, menyatukan standar keahlian di berbagai daerah, serta memperkuat kerja sama dan berbagi pengalaman antarinstansi, demi terwujudnya pelayanan penyelamatan dan penanggulangan bahaya yang lebih baik untuk masyarakat.







