Khairil Anwar Dorong Solusi Penanganan ODGJ Terlantar di Bengkulu, Pendekatan Manusiawi Diutamakan

oleh -69 Dilihat
oleh
Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, mengikuti rapat koordinasi penanganan ODGJ terlantar di RSKJ Soeprapto, guna memperkuat pelayanan kesehatan, dukungan sosial, serta pendekatan yang layak dan manusiawi.-Foto :s.man/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Pemerintah Provinsi Bengkulu memperkuat koordinasi dalam penanganan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terlantar agar mendapatkan pelayanan kesehatan, perawatan, serta dukungan sosial yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Upaya ini dilakukan untuk memastikan setiap orang memperoleh penanganan yang layak, manusiawi, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi penanggulangan ODGJ terlantar yang berlangsung di Ruang Rapat Direktur Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Provinsi Bengkulu, Senin (12/10/2026). Rapat diikuti Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, bersama pihak terkait.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mencari solusi terhadap persoalan ODGJ terlantar, khususnya dalam memastikan keberlanjutan pelayanan setelah mendapatkan penanganan medis. Penanganan tidak hanya membutuhkan fasilitas kesehatan, tetapi juga dukungan sosial dan koordinasi lintas sektor agar kebutuhan pasien dapat ditangani secara tepat.

Khairil Anwar menegaskan, penanganan ODGJ terlantar harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, diperlukan langkah konkret agar mereka memperoleh perawatan maksimal serta pelayanan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

“Penanganan ODGJ terlantar harus segera dicarikan solusi yang tepat, sehingga mereka bisa mendapatkan perawatan maksimal dan penanganan yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Khairil.

Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan persoalan ODGJ terlantar dapat ditangani secara lebih terarah, mulai dari pelayanan kesehatan hingga dukungan sosial yang diperlukan.

Sementara itu, Direktur RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu, dr. Herry Permana, menyampaikan bahwa penanganan ODGJ terlantar membutuhkan kepedulian seluruh pihak. Mereka tidak hanya membutuhkan perawatan medis, tetapi juga penghormatan terhadap martabat sebagai manusia.

“Kami di RSKJ harus membantu masyarakat. Kita harus memanusiakan manusia dengan sebaik-baiknya,” ujar Herry.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pendekatan yang mengedepankan kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kepada ODGJ terlantar. Setiap individu perlu mendapatkan perlakuan yang layak tanpa mengabaikan kondisi kesehatan, kebutuhan perawatan, serta dukungan yang diperlukan untuk menjalani proses pemulihan.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan langkah penanganan yang tepat, termasuk dalam menentukan kebutuhan perawatan lanjutan dan dukungan sosial bagi ODGJ terlantar.

Penanganan yang terkoordinasi dan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam memastikan kelompok rentan tidak terabaikan. Dengan mengutamakan pelayanan kesehatan, kepedulian sosial, dan prinsip kemanusiaan, ODGJ terlantar diharapkan memperoleh kesempatan untuk mendapatkan perawatan yang layak serta menjalani proses pemulihan sesuai kebutuhan masing-masing.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.