Kesiapsiagaan: 150 Peserta Latih Evakuasi dan Simulasi Bencana 2026

oleh -13 Dilihat
oleh
Wali Kota Dedy Wahyudi membuka Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana 2026 di Pantai Panjang. 150 peserta praktik evakuasi dan simulasi kebencanaan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.-Foto:s.man/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi membuka Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Kota Bengkulu 2026 di Hotel Nala Sea Side, Pantai Panjang, Rabu (12/8/2026). Kegiatan ini diikuti 150 peserta dari unsur pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, sekolah, dan relawan sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Dalam sambutannya, Dedy menegaskan pemerintah kota tidak menghendaki bencana, namun harus siap menghadapi kemungkinan terburuk. “Kita semua berdoa agar masyarakat dijauhkan dari bencana. Tetapi kesiapsiagaan adalah keniscayaan; ketika bencana terjadi, kemampuan evakuasi yang cepat dan terorganisir dapat mengurangi jumlah korban,” kata Dedy.

Pelatihan sehari tersebut menghadirkan materi teknis dan praktis, antara lain identifikasi titik rawan, penanganan awal korban, manajemen posko darurat, serta teknik evakuasi mandiri. Selain itu, peserta mengikuti sesi simulasi kebencanaan yang menekankan koordinasi antarlembaga dan komunikasi darurat.

Dedy meminta Gugus Tugas Penanggulangan Bencana Kota Bengkulu meningkatkan frekuensi simulasi, termasuk program rutin di sekolah-sekolah. Menurutnya, edukasi sejak dini akan membentuk perilaku tanggap bencana di masyarakat. “Simulasi berkala di sekolah membantu anak-anak memahami langkah penyelamatan diri, mengurangi kepanikan, dan melatih evakuasi tertib,” ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, yang hadir pada acara itu, menjelaskan langkah lanjutan setelah pelatihan. BPBD akan menyusun jadwal simulasi terpadu, memperbarui peta kerawanan, serta melakukan pelatihan lanjutan untuk petugas RT/RW dan tenaga pendidik. BPBD juga mendorong pembentukan relawan tanggap bencana tingkat kelurahan untuk mempercepat respons awal.

Seorang peserta, guru dari salah satu sekolah menengah pertama di Kota Bengkulu, mengapresiasi materi simulasi. Ia berharap pelatihan serupa rutin digelar agar latihan evakuasi di sekolah menjadi bagian dari kegiatan belajar mengajar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Kota Bengkulu dalam memperkuat kapasitas mitigasi dan pencegahan bencana, menggabungkan upaya pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat. Dengan peningkatan frekuensi simulasi dan edukasi publik, pemerintah menargetkan penurunan risiko korban serta peningkatan kapasitas respons di masa depan.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.