KLIKINFOBERITA.COM,– Di sudut teduh kawasan Kota Tuo yang sarat sejarah, terhampar sebuah kebersamaan yang tak terlupakan. Guru kelas dan wali siswa SD Negeri 07 Kota Bengkulu duduk melingkar di atas alas daun pisang yang menghampar luas, menikmati hidangan sederhana dengan penuh kehangatan dan keceriaan. Suasana akrab itu seakan mengubah rumah makan terbuka di area kota tua menjadi ruang keluarga yang penuh tawa dan rasa syukur.
Kegiatan makan siang bersama yang digelar pada Minggu (5/1) ini bukan sekadar santap biasa. Momen ini menjadi tonggak penting dalam transisi kepemimpinan kelas dari guru kelas 1A, Indah Febriyanti, S.Pd.Gr, kepada guru kelas 2A, Niswatun Zakiyah Lubis, S.Pd.Gr. Dengan lesehan beralas daun pisang, semua sekat terhapus guru dan orang tua duduk sejajar dan saling berhadapan tertawa bersama, dan berbincang dari hati ke hati.
Ketua Paguyuban Orang Tua Siswa, Serly, yang turut hadir mewakili wali murid, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Di sela-sela menyantap hidangan, ia menyampaikan ucapan penuh makna.
“Ini adalah momen yang sangat indah. Makan di atas daun pisang di area Kota Tuo ini mengingatkan kita pada akar budaya yang sederhana tapi penuh makna. Kehangatan yang kami rasakan hari ini sungguh luar biasa. Semoga kebersamaan ini terus terjaga, karena pendidikan anak-anak kita dimulai dari hubungan yang erat antara sekolah dan rumah,” ucap Serly dengan senyum merekah.
Ibu Indah Febriyanti, yang akan melepas murid-murid kesayangannya ke jenjang kelas 2A, tampak tak kuasa menahan haru. “Melihat keceriaan wajah-wajah ini, saya merasa momen di atas daun pisang ini adalah hadiah terindah sebelum saya melepas mereka. Saya titipkan anak-anak hebat ini kepada Ibu Niswatun. Semoga tali persaudaraan yang sudah terjalin tidak pernah putus,” tuturnya dengan mata berbinar.
Sementara itu, Ibu Niswatun Zakiyah Lubis menyampaikan harapannya agar momen indah ini menjadi fondasi kekompakan ke depan. “Liburan kemarin bisa kita isi dengan hal positif. Tapi hari ini, di atas daun pisang ini, kita sedang membangun kenangan. Keceriaan ini harus kita bawa ke dalam kelas, agar anak-anak merasakan bahwa guru dan orang tua mereka adalah satu tim,” pesannya penuh semangat.
Meski tidak semua wali siswa dapat hadir—beberapa masih di luar kota, ada yang menghadiri acara keluarga, atau memiliki keperluan mendesak semangat kebersamaan tetap terasa kental. Mereka yang datang dengan sukacita mewakili doa dan dukungan dari seluruh keluarga besar SDN 07.
Sepanjang acara, gelak tawa dan obrolan ringan mewarnai setiap sudut. Anak-anak sesekali berlarian di antara orang tua dan guru, menambah semarak suasana. Makanan beralas daun pisang yang disantap bersama terasa lebih lezat karena dinikmati dengan hati yang lapang. Angin sore di Kota Tuo seolah ikut merayakan kehangatan yang tercipta.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon kelancaran proses belajar mengajar sepanjang tahun. Satu hal yang pasti: momen di atas daun pisang di area Kota Tuo ini akan selalu dikenang sebagai awal yang indah dari perjalanan baru SDN 07 Kota Bengkulu sebuah perjalanan yang dimulai dengan kehangatan, keceriaan, dan kebersamaan sejati.








