Karhutla Masih Mengancam Enam Provinsi, Prabowo Instruksikan Pengerahan Seluruh Sumber Daya

oleh -79 Dilihat
oleh
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam rapat terbatas penanganan karhutla, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, percepatan pemadaman, serta langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas ke wilayah lain.- Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi terdampak dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran. Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat terbatas yang membahas perkembangan penanganan karhutla secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah, Panglima Kodam (Pangdam), serta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dari kedua provinsi tersebut. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), penanganan karhutla saat ini difokuskan pada Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi terdampak masih dalam proses pemadaman.

Operasi pemadaman darat melibatkan lebih dari 60.177 personel gabungan. Upaya tersebut dilaporkan mampu memadamkan rata-rata lebih dari 80 persen luas lahan yang baru terbakar setiap hari. Untuk mempercepat pengendalian api, operasi darat juga diperkuat dengan pemadaman melalui udara menggunakan metode water bombing.

Sementara itu, kondisi karhutla di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Meski demikian, pemantauan dan langkah antisipasi tetap diperlukan untuk mencegah munculnya titik api baru serta mengurangi risiko kebakaran meluas ke kawasan lain.

Pemerintah juga terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan memanfaatkan pertumbuhan awan hujan. Langkah ini dilakukan menjelang perkiraan awal musim hujan pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026, sehingga diharapkan dapat membantu proses pemadaman dan menekan potensi kebakaran lanjutan.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kerja terpadu, kecepatan bertindak, dan pemanfaatan seluruh kemampuan yang tersedia untuk menangani karhutla.

“Seluruh sumber daya harus dikerahkan secara optimal. Perkuat koordinasi di lapangan, percepat pemadaman, dan pastikan kebakaran tidak meluas sehingga keselamatan masyarakat serta lingkungan tetap terlindungi,” demikian rumusan arahan Presiden berdasarkan substansi informasi yang disampaikan.

Pemerintah menegaskan bahwa penanganan karhutla akan terus dilanjutkan melalui koordinasi pusat dan daerah, penguatan personel, serta dukungan operasi darat dan udara. Upaya tersebut diharapkan mempercepat pemadaman di wilayah terdampak sekaligus mencegah kebakaran baru.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.